. Wujudkan Pengelolaan Pangan Sehat dan Bergizi, Dinas Kesehatan Demak Gelar Pembinaan Terpadu SPPG di Berbagai Wilayah. Kolaborasi Lintas Sektor untuk Dukung Program Makan Bergizi Gratis Menuju Indonesia Emas 2045

Dinkesda_Demak , 8 Oktober 2025 — Dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu prioritas nasional menuju Indonesia Emas 2045, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak bersama lintas sektor menggelar kegiatan Pembinaan Terpadu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di beberapa lokasi, yaitu Desa Donorejo, Tlogorejo, Wonosekar, Kalitengah, dan Karangsono.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 8 Oktober 2025, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, melibatkan berbagai unsur pelaksana di lapangan. Di antaranya Tim P2PM & Kesling serta Farmamin Dinkesda Demak, Kodim Demak, DINPMPTSP, DLH, Koramil wilayah setempat, Labkesda, serta Puskesmas Karangtengah, Karangawen II, Mranggen 1 dan 2. Turut hadir pula Koordinator SPPG Kabupaten Demak dan para kepala dapur dari masing-masing lokasi.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan implementasi nyata dari visi Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM). Program ini menyasar kelompok rentan seperti anak-anak, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, dengan tujuan menekan angka malnutrisi dan stunting yang masih menjadi tantangan nasional.
Selain menanggulangi masalah gizi, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan dengan menyediakan makanan sehat bagi peserta didik. Asupan gizi yang baik akan menunjang konsentrasi belajar, memperbaiki daya tahan tubuh, dan mendorong prestasi akademik anak-anak di seluruh pelosok negeri.
Pelaksanaan Pembinaan Terpadu SPPG di Kabupaten Demak menjadi langkah konkret lintas sektor untuk memastikan bahwa seluruh pengelolaan pangan dalam program MBG memenuhi standar kesehatan, kebersihan, keamanan, dan kelayakan konsumsi.
Dalam kegiatan ini, tim gabungan melakukan evaluasi dan pembinaan mencakup:
- Standarisasi pengelolaan pangan sehat sesuai ketentuan yang berlaku;
- Pemantauan kualitas dan kuantitas makanan/minuman yang diberikan kepada masyarakat;
- Sinkronisasi proses perizinan dan pengawasan usaha melalui sistem yang transparan dan terintegrasi;
- Pengawasan dampak lingkungan, untuk memastikan kegiatan berjalan berkelanjutan dan tidak menimbulkan risiko bagi kesehatan masyarakat maupun ekosistem sekitar.
Tim Labkesda Kabupaten Demak turut melakukan sampling makanan dan minuman, sedangkan unsur DLH dan DINPMPTSP memberikan pembinaan dari sisi perizinan, pengelolaan limbah, dan kepatuhan hukum usaha.
Melalui kegiatan pembinaan terpadu ini, seluruh pihak berkomitmen untuk menciptakan SPPG yang layak, sehat, aman, dan berdaya guna, sehingga mampu mendukung kelancaran dan keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Demak.
“Kegiatan ini menjadi contoh sinergi nyata antara pemerintah, TNI, dan berbagai sektor lain dalam mewujudkan pangan sehat dan bergizi bagi masyarakat. Kualitas makanan adalah kualitas generasi masa depan,” ungkap Ahmad Zaerozi, S.KM, M.KL salah satu tim Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak.
Dengan kolaborasi lintas sektor yang solid, diharapkan seluruh dapur SPPG di Kabupaten Demak mampu menjadi model pengelolaan pangan yang sehat, aman, dan profesional, sejalan dengan Visi Kabupaten Demak. (Kesmas_Promkes PM)
























