Dinkesda Demak Gelar Bimtek Pelayanan Kefarmasian: Wujudkan Pengelolaan Obat yang Efisien, Tepat, dan Aman Optimalisasi Rencana Kebutuhan Obat (RKO) untuk Pelayanan Kesehatan yang Lebih Berkualitas

Dinkesda_Demak , 8 Oktober 2025 — Dalam upaya memperkuat sistem pengelolaan obat dan meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian di fasilitas kesehatan, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit dan Puskesmas, bertempat di Ballroom Hotel Amantis Demak.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai ini diikuti oleh pengelola obat dari 27 Puskesmas dan 6 Rumah Sakit se-Kabupaten Demak, serta menghadirkan narasumber berkompeten dari bidang kefarmasian.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkesda Kabupaten Demak, Ketua Tim beserta Staf Kefarmasian, Alkes dan PKRT, serta Staf Kefarmasian Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.
Salah satu topik utama yang dibahas dalam kegiatan ini adalah Rencana Kebutuhan Obat (RKO) — sebuah instrumen penting untuk memastikan ketersediaan obat yang tepat jenis, jumlah, dan waktu di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.
RKO disusun berdasarkan perkiraan kebutuhan obat selama satu tahun ke depan, dengan mempertimbangkan tren penyakit, pola penggunaan obat, serta data pelayanan kesehatan. Tujuannya adalah untuk menjamin ketersediaan obat esensial, mencegah kekosongan stok, dan menghindari obat kedaluwarsa yang dapat menimbulkan kerugian anggaran.
“RKO yang baik bukan sekadar daftar kebutuhan obat, tapi juga cerminan kemampuan manajemen pelayanan kesehatan dalam merespons kebutuhan masyarakat. Akurasi data dan ketepatan pelaporan menjadi kunci keberhasilan pengelolaan farmasi di daerah,” ujar Dhesy Werdi Prasetyanti, S.Farm., Apt, salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut.
Selain membahas evaluasi pelayanan kefarmasian triwulan III (TW 3) di Puskesmas dan Rumah Sakit, peserta juga mendapatkan bimbingan teknis mengenai penginputan stok dan stok opname melalui aplikasi SMILE CKG, sebuah sistem digital yang memudahkan pengelolaan dan pelaporan data obat secara real-time dan terintegrasi.
Kegiatan ini juga menyoroti evaluasi pelaporan obat dan penyusunan RKO tahun berikutnya, dengan fokus pada efisiensi anggaran serta kesesuaian antara perencanaan dan kebutuhan aktual di lapangan.
Narasumber lainnya, Farida Kurniati, S.Farm., Apt, menegaskan pentingnya komitmen tenaga kefarmasian dalam menjaga ketepatan laporan dan transparansi data. “Pengelolaan obat yang baik adalah bagian dari upaya menjaga kepercayaan publik terhadap layanan kesehatan pemerintah,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Demak berupaya membangun sistem pengelolaan kefarmasian yang efisien, akurat, dan berdaya guna, serta memastikan bahwa setiap fasilitas kesehatan memiliki persediaan obat yang memadai dan bermutu.
Kegiatan Bimtek Pelayanan Kefarmasian menjadi bagian dari strategi besar Dinkesda dalam penguatan sistem kesehatan daerah, mendukung pencapaian pelayanan kesehatan yang prima, dan memastikan bahwa setiap masyarakat mendapatkan akses obat yang aman, bermutu, dan terjangkau. (Kesmas_Promkes PM)



























