TRACING TB TERINTEGRASI DENGAN X-RAY PORTABLE, DINKESDADEMAK PERKUAT DETEKSI DINI TUBERKULOSIS

Kegiatan tracing TB terintegrasi dengan penggunaan X-Ray portable di Puskesmas Karangawen II sebagai upaya percepatan deteksi dini dan pencegahan penularan Tuberkulosis di masyarakat.
Dinkesda_Demak melaksanakan kegiatan Tracing Tuberkulosis (TB) terintegrasi dengan CKG dan Speeling melalui metode Active Case Finding (ACF) TBC menggunakan X-Ray Portable Swakelola Tipe 2 Kementerian Kesehatan pada Rabu, 05 Agustus 2026 pukul 07.30–11.30 WIB, bertempat di Puskesmas Karangawen II.
Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur penting, di antaranya Kabid P2P Dinkesda, Ketua Tim P2P Dinkesda, Tim TBC Dinkesda, Kepala Puskesmas Karangawen II beserta tim, Dokter Spesialis Radiologi dari RSUD Sunan Kalijaga, dua radiografer dari RSUD Sunan Kalijaga dan RSUD Sultan Fatah, serta kader MSI TBC Demak. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi langkah strategis dalam percepatan penemuan kasus TB di masyarakat.
Pelaksanaan kegiatan ini merupakan upaya aktif dalam menemukan kasus TB melalui pendekatan Active Case Finding (ACF), yang difokuskan pada penelusuran kasus indeks dan kontak erat, serta skrining pada kelompok berisiko. Dengan dukungan teknologi X-Ray portable, proses deteksi dini dapat dilakukan secara lebih cepat dan akurat di lapangan.
Kabid P2P Dinkesda Heri Winarno, SKM, M.Kes menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting dalam memutus rantai penularan TB di masyarakat. “Melalui tracing aktif dan pemanfaatan X-Ray portable, kita dapat menemukan kasus lebih dini sehingga penanganan dapat segera dilakukan dan risiko penularan dapat ditekan,” ujarnya.
Sementara itu, Dokter Spesialis Radiologi dari RSUD Sunan Kalijaga menambahkan bahwa penggunaan X-Ray portable sangat membantu dalam proses skrining massal. “Dengan alat ini, kita bisa menjangkau lebih banyak masyarakat dan mengidentifikasi indikasi TB secara cepat, sehingga pasien dapat segera dirujuk untuk pemeriksaan lanjutan,” ungkapnya.
Berdasarkan hasil kegiatan, tercatat sebanyak 25 kasus indeks dilakukan tracing dengan total 76 kontak serumah dan kontak erat yang berhasil diidentifikasi dan seluruhnya telah diskrining. Selain itu, sebanyak 24 populasi berisiko juga turut dilakukan skrining. Dari hasil pemeriksaan menggunakan X-Ray, ditemukan 3 hasil yang mengarah ke TB, dengan total 8 terduga TB yang dilanjutkan pemeriksaan lebih lanjut.
Upaya pencegahan juga dilakukan melalui pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) kepada 56 kontak serumah, kontak erat, dan populasi berisiko. Langkah ini diharapkan mampu menekan potensi perkembangan penyakit TB pada kelompok rentan.
Dinas Kesehatan Daerah Daerah Kabupaten Demak melalui Program TBC, Timja P2PM&PL, Bidang P2P terus berkomitmen dalam meningkatkan upaya promotif dan preventif, serta memperkuat sistem deteksi dini guna mendukung eliminasi Tuberkulosis di Kabupaten Demak. (Kesmas_Promkes PM)
#DinkesdaDemak #TBC #TracingTB #ACF #XRayPortable #CegahTBC #DemakSehat #IndonesiaBebasTB
























