MONEV PELAKSANAAN CKG KOMUNITAS DI DESA JUNGPASIR, DINKESDADEMAK PERKUAT LAYANAN KESEHATAN TERPADU

Kegiatan monitoring dan evaluasi CKG Komunitas di Desa Jungpasir sebagai upaya meningkatkan akses layanan kesehatan dan deteksi dini penyakit di masyarakat.
Dinkesda_Demak melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pelaksanaan CKG Komunitas pada Rabu, 05 Agustus 2026 pukul 08.00–13.00 WIB, bertempat di CKG Desa Jungpasir.
Kegiatan ini diikuti oleh Katim P2PTM, Katim Takelfasmut, Tim Takelmas Keswa, Tim P2PTM, serta Tim Takelfasmut. Kehadiran berbagai tim teknis ini bertujuan untuk memastikan pelaksanaan layanan kesehatan komunitas berjalan optimal dan sesuai standar.
Pelaksanaan CKG (Cek Kesehatan Gratis) di Desa Jungpasir merupakan bagian dari upaya peningkatan layanan kesehatan berbasis masyarakat yang menyasar deteksi dini berbagai penyakit serta pemantauan kondisi kesehatan warga. Kegiatan diawali dengan pendaftaran peserta, dilanjutkan pemeriksaan antropometri meliputi berat badan, tinggi badan, dan lingkar perut, pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan gigi, serta pemeriksaan mata oleh dokter spesialis mata.
Selain itu, dilakukan pula pemeriksaan telinga, skrining Tuberkulosis (TB), serta pemeriksaan dokter yang disertai konsultasi dan tindak lanjut bagi peserta yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Layanan yang komprehensif ini diharapkan mampu memberikan gambaran menyeluruh terkait kondisi kesehatan masyarakat.
Perwakilan Tim P2PTM menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam pengendalian penyakit tidak menular. “Melalui skrining dan pemeriksaan langsung di masyarakat, kita dapat mendeteksi faktor risiko sejak dini sehingga penanganan dapat segera dilakukan,” ujarnya.
Sementara itu, Tim Takelmas Keswa Taufiq Hendrawan, S.Kom menambahkan pentingnya pendekatan komunitas dalam pelayanan kesehatan. “Kegiatan ini mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat, sehingga akses menjadi lebih mudah dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan semakin meningkat,” ungkapnya.
Berdasarkan hasil kegiatan, tercatat total peserta sebanyak 118 orang, dengan rincian ibu hamil sebanyak 21 orang. Ditemukan pula 30 kasus Diabetes Melitus (DM), 40 kasus Hipertensi (HT), serta 7 kasus kombinasi DM dan HT. Untuk gangguan penglihatan ditemukan sebanyak 4 kasus, sementara gangguan pendengaran tidak ditemukan.
Selain itu, sebanyak 8 peserta memerlukan pemeriksaan laboratorium lanjutan. Pada pemeriksaan IVA, tercatat 15 orang mengikuti skrining dengan 5 orang hasil IVA positif yang memerlukan tindak lanjut lebih lanjut. Hasil ini menjadi dasar penting dalam perencanaan intervensi kesehatan berikutnya.
Dinas Kesehatan Daerah Daerah Kabupaten Demak melalui Tim Takelmas & Keswa Bidang Kesmas berkomitmen untuk terus memperkuat layanan kesehatan berbasis komunitas guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat serta mendorong deteksi dini berbagai penyakit secara berkelanjutan. ((Kesmas_Promkes PM))
#DinkesdaDemak #CKG #KesehatanMasyarakat #DeteksiDini #P2PTM #DemakSehat #CegahPenyakit
























