Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Klb Keracunan Pangan, Dinkesda Demak Gelar Pertemuan Koordinasi Bersama Lintas Sektor

Dinkesda_Demak– Semarang, 5 November 2025 — Dalam rangka memperkuat sistem kewaspadaan dini terhadap potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) Suspek Keracunan Pangan, Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Demak menggelar Pertemuan Peningkatan Kewaspadaan terhadap KLB Suspek Keracunan Pangan pada Rabu (5/11/2025) bertempat di Ballroom Hotel Pandanaran, Semarang.
Kegiatan strategis ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), serta melibatkan berbagai unsur penting seperti Balai Laboratorium Kesehatan dan Pengujian Alat Kesehatan (Balabkes PAK) Semarang, Tim Kerja Surveilans dan Imunisasi, Tim Kerja P2PM dan Penyehatan Lingkungan Dinkesda Demak, serta petugas surveilans dan kesehatan lingkungan dari seluruh Puskesmas, RS, dan Labkesda se-Kabupaten Demak.
Dalam arahannya, Kepala Dinkesda Demak menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan peningkatan kapasitas petugas lapangan dalam mengantisipasi potensi kasus keracunan pangan, terutama di tengah implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi bagian dari kebijakan nasional menuju Indonesia Emas 2045 dan upaya penurunan angka stunting.
“Program Makan Bergizi Gratis merupakan langkah mulia untuk memperkuat gizi masyarakat, namun keamanan pangan juga harus menjadi prioritas utama. Petugas kesehatan harus siap melakukan langkah cepat jika muncul indikasi keracunan pangan di lapangan,” ujar dr. Ali Maimun, M.Kes Kepala Dinkesda Demak dalam sambutannya.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sistem deteksi dini dan respon cepat (Early Warning and Response System) terhadap kasus keracunan pangan, terutama yang mungkin terjadi dalam penyelenggaraan makanan massal seperti kegiatan MBG. Dalam sesi paparan, narasumber dari Balabkes PAK Semarang menjelaskan mekanisme penanganan kejadian luar biasa (KLB) mulai dari pengelolaan dan pengambilan sampel makanan, pemeriksaan laboratorium, hingga pelaporan melalui aplikasi Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR).
Selain itu, petugas surveilans dan kesehatan lingkungan juga diberikan arahan teknis mengenai koordinasi lintas unit kerja serta pelaporan berjenjang untuk memastikan setiap kejadian dapat tertangani secara cepat, tepat, dan terukur.
“Kegiatan ini tidak hanya membekali petugas dengan pengetahuan teknis, tetapi juga membangun jejaring komunikasi yang kuat antar faskes dan lintas instansi, sehingga setiap potensi kejadian bisa segera diidentifikasi dan direspons dengan baik,” terang Kepala Bidang P2P Dinkesda Demak.
Melalui kegiatan ini, Dinkesda Demak berharap seluruh tenaga kesehatan, khususnya petugas surveilans dan kesehatan lingkungan, semakin siap dan tanggap dalam menghadapi kemungkinan terjadinya KLB Suspek Keracunan Pangan, sekaligus mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang aman, higienis, dan berkualitas bagi masyarakat Kabupaten Demak. (Kesmas_Promkes PM)
























