Sosialisasi Kesehatan Jiwa Di Puskesmas Demak I
Sosialisasi kesehatan jiwa ini diikuti oleh kader yang berada di kawasan wilayah kerja Puskesmas Demak I. Sosialisasi di adakan di Aula Pertemuan Puskesmas Demak I, pada hari Senin (22/03). Sosialisasi ini diadakan bertujuan untuk menjaring masyarakat yang mempunyai kelainan jiwa melalui kader. Diharapkan dengan sosialisasi ini kelainan jiwa ringan bisa segera diobati sehingga tidak menjadi gangguan jiwa berat.
Dalam sosialisasi itu hadir narasumber Karjono, SKM Kepala Seksi P2PTM dan Keswa. Ia menyampaikan materi mengenai ”Deteksi Dini Gangguan Jiwa”. Beliau menjelaskan bahwa tujuan dan manfaat deteksi dini ganguan jiwa yaitu untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman serta perhatian terhadap kondisi psikologis. Sehingga bisa menghindari dan menanggulangi akan terjadinya gangguan-gangguan jiwa (mental).
Lanjut, ia jelaskan bahwa terdapat 5 tanda gangguan jiwa pada seseorang yaitu perubahan penampilan, perubahan perilaku, perubahan mood/ suasana perasaan, perubahan persepsi serta perubahan kognitif. “Jika terdapat keluarga atau tetangga yang perilakunya berubah secara tiba-tiba, misalkan yang biasanya rapi kemudian menjadi lusuh dan tak terawat, patut dicurigai dia mengalami gangguan jiwa,” jelasnya.
Salah satu contoh perubahan perilaku adalah bolos, pelanggaran, bermasalah dengan perawatan diri dan lingkungan menurun, menarik diri dari pergaulan (menyendiri, melamun, pandangan kosong, bicara sendiri, tiba-tiba impulsif, sering menghindar). Kinerja menurun, ketertarikan terhadap tertentu yang tak wajar, mudah tersinggung, kagetan. Pola ibadah menurun atau tidak wajar. Serta perilaku mistis (menyepi di kuburan, ke dukun).
Dalam hal ini, beliau juga menambahkan ada delapan kategori untuk bisa dikatakan sehat secara mental berdasarkan kriteria dari World Health Organization (WHO), yakni mudah beradaptasi, memiliki daya juang yang besar, lebih suka memberi daripada menerima, manajemen stres yang baik, suka menolong, instropeksi diri, dapat memberi solusi yang saling menguntungkan, asertif serta kasih sayang.
Diharapkan nantinya para kader ini bisa menjadi kepanjangan tangan Dinas Kesehatan untuk bisa menjaring masyarakat yang mempunyai kelima tanda tersebut untuk segera berobat dan mengatasi gangguan jiwa.