MONEV PROGRAM HIV PIMS PERKUAT KINERJA FASYANKES DAMPINGAN YKS

Evaluasi bukan sekadar melihat capaian, tetapi menjadi langkah untuk menemukan ruang perbaikan. Bersama fasyankes, komunitas penjangkau dan pendamping, serta seluruh pihak terkait, Dinkesda Demak terus memperkuat layanan HIV PIMS agar semakin berkesinambungan, mudah diakses, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Dinkesda_Demak melalui Bidang P2P melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) indikator Program HIV PIMS pada fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) dampingan YKS di Ruang Rapat Staf Ahli, Rabu (23/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kualitas pelaksanaan program HIV PIMS sekaligus evaluasi capaian indikator pelayanan hingga bulan Juli 2026.
Kegiatan diikuti Tim YKS Provinsi Jawa Tengah, Kepala Bidang P2P, Ketua Tim P2PM dan PL, Pengelola Program HIV beserta tim, enam fasyankes dampingan YKS, serta komunitas penjangkau dan pendamping. Keterlibatan lintas unsur tersebut menjadi bagian penting dalam mengevaluasi capaian program sekaligus membahas tindak lanjut terhadap indikator yang masih perlu diperkuat.
Monev dilakukan dengan melihat sejumlah indikator program, meliputi ODHIV baru yang mulai mendapatkan ART, ODHIV eligible yang menjalani pemeriksaan viral load (VL), hasil pemeriksaan VL tersupresi, pengobatan sifilis, skrining TBC, ODHIV baru yang mendapatkan TPT, ibu hamil dengan HIV yang mendapatkan pengobatan, pengobatan sifilis pada ibu hamil, serta penelusuran ODHIV yang hilang dari pemantauan atau layanan.
Berdasarkan hasil evaluasi sampai dengan bulan Juli 2026, dari enam fasyankes dampingan YKS terdapat satu fasyankes dengan grading merah, dua fasyankes dengan grading kuning, dan tiga fasyankes dengan grading hijau. Hasil tersebut menjadi bahan evaluasi bersama untuk melihat indikator yang telah berjalan baik maupun aspek yang masih membutuhkan penguatan.
“Monev menjadi sarana untuk melihat capaian program secara lebih menyeluruh. Hasil evaluasi masing-masing fasyankes dapat menjadi dasar untuk menentukan tindak lanjut dan penguatan pada indikator yang masih belum optimal,” ujar Tim HIV PIMS Bidang P2P Dinkesda Demak.
Selain mengevaluasi capaian indikator, kegiatan juga memperkuat koordinasi antara Dinkesda, YKS, fasyankes, serta komunitas penjangkau dan pendamping. Kolaborasi tersebut diperlukan untuk mendukung kesinambungan layanan, termasuk penjangkauan, pendampingan, pengobatan, pemantauan, dan penelusuran ODHIV yang tidak melanjutkan layanan.
“Penguatan program HIV tidak hanya bergantung pada pelayanan di fasilitas kesehatan, tetapi juga membutuhkan dukungan penjangkauan dan pendampingan agar ODHIV dapat tetap terhubung dengan layanan serta memperoleh pemeriksaan dan pengobatan sesuai kebutuhan,” ungkap Tim HIV PIMS Bidang P2P Dinkesda Demak.
Melalui Monev Program HIV PIMS, Dinkesda Demak terus mendorong peningkatan kualitas layanan, penguatan koordinasi, serta tindak lanjut terhadap capaian indikator di fasyankes dampingan YKS guna mendukung kesinambungan pelayanan HIV dan PIMS di Kabupaten Demak. (Kesmas_PromkesPM)
#DinkesdaDemak #HIVPIMS #ProgramHIV #P2P #YKS #ODHIV #ART #ViralLoad #TPT #Sifilis #SkriningTBC #KesehatanDemak #PelayananKesehatan

























