MONEV CKG INTEGRASI ACF DI MULYOREJO PERKUAT DETEKSI DINI DAN TINDAK LANJUT KESEHATAN

Cek kesehatan lebih awal, kenali faktor risikonya, dan lakukan tindak lanjut sesuai kebutuhan. CKG hadir mendekatkan skrining kesehatan kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya mencegah penyakit menjadi lebih berat dan membangun masyarakat Demak yang semakin sehat.
Dinkesda_Demak melalui Bidang Kesehatan Masyarakat, Sub Bidang Talkesmas dan Keswa, melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) Komunitas terintegrasi Active Case Finding (ACF) di Kopdes Mulyorejo, Kabupaten Demak, Selasa (22/9/2026). Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai dengan melibatkan Tim Talkesmas Keswa, Tim P2PTM, dan Puskesmas Demak II.
Monev dilaksanakan untuk memastikan pelaksanaan CKG Komunitas di Desa Mulyorejo berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan, sekaligus melihat capaian skrining dan deteksi dini terhadap berbagai faktor risiko maupun kondisi kesehatan masyarakat. Dari sasaran sebanyak 100 orang, seluruhnya telah mengikuti pemeriksaan CKG sehingga capaian pemeriksaan mencapai 100 persen.
Hasil skrining menunjukkan adanya sejumlah temuan yang memerlukan perhatian dan tindak lanjut. Sebanyak 28 orang memiliki hasil skrining tekanan darah yang mengarah pada hipertensi (HT), 7 orang memiliki hasil skrining yang mengarah pada diabetes melitus (DM), serta 10 orang masuk dalam kategori suspek TB. Temuan tersebut merupakan hasil skrining awal dan memerlukan pemeriksaan atau tindak lanjut sesuai indikasi untuk memastikan kondisi kesehatan masing-masing peserta.
“Monev dilakukan tidak hanya untuk melihat capaian jumlah masyarakat yang mengikuti CKG, tetapi juga memastikan hasil skrining dapat ditindaklanjuti. Temuan faktor risiko maupun kondisi yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut perlu mendapatkan perhatian agar masyarakat memperoleh pelayanan sesuai kebutuhannya,” ujar Tim Talkesmas Keswa Dinkesda Demak.
Selain mengevaluasi capaian, Monev juga diarahkan untuk mengidentifikasi berbagai kendala teknis yang muncul selama pelaksanaan CKG di lapangan. Hasil evaluasi tersebut menjadi bahan untuk melakukan tindakan korektif sehingga pelaksanaan CKG berikutnya dapat berjalan semakin efektif, tertib, dan mampu menjangkau sasaran secara optimal.
Kegiatan CKG terintegrasi ACF juga menjadi bagian dari upaya menemukan faktor risiko kesehatan sedini mungkin. Melalui skrining, masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai kondisi kesehatan dan faktor risiko yang dimiliki sehingga dapat didorong untuk melakukan langkah pencegahan, perubahan perilaku hidup sehat, maupun pemeriksaan lanjutan apabila ditemukan indikasi yang memerlukan perhatian.
“Deteksi dini memberikan kesempatan untuk melakukan pencegahan sebelum kondisi kesehatan berkembang menjadi lebih berat. Karena itu, masyarakat yang mendapatkan hasil skrining dengan faktor risiko atau temuan yang memerlukan pemeriksaan lanjutan diharapkan mengikuti tindak lanjut sesuai arahan tenaga kesehatan,” ungkap Tim P2PTM Dinkesda Demak.
Melalui Monev CKG Komunitas terintegrasi ACF, Dinkesda Demak terus memperkuat upaya promotif dan preventif melalui pemeriksaan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Evaluasi secara berkala diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelaksanaan CKG, memperkuat deteksi dini, mendorong tindak lanjut yang tepat, serta mendukung upaya menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Demak. (Kesmas_PromkesPM)
#DinkesdaDemak #CKG #CekKesehatanGratis #ACF #DeteksiDini #P2PTM #TalkesmasKeswa #PuskesmasDemakII #KesehatanMasyarakat #SkriningKesehatan #PromotifPreventif #KesehatanDemak

























