DINKESDA DEMAK PERKUAT KOMPETENSI TIM PONED MELALUI OJT KEGAWATDARURATAN IBU DAN ANAK

Kesiapan menghadapi kegawatdaruratan ibu dan anak membutuhkan keterampilan, ketepatan tindakan, dan koordinasi yang kuat. Melalui OJT bersama rumah sakit, Dinkesda Demak terus memperkuat kapasitas tim Puskesmas untuk memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan aman bagi ibu dan bayi.
Dinkesda_Demak melalui Tim Kerja Kesehatan Keluarga dan Gizi melaksanakan On the Job Training (OJT) kasus kegawatdaruratan ibu dan anak bagi tim Puskesmas Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) dan Puskesmas Mampu Persalinan di rumah sakit, Senin (5/10/2026). Kegiatan berlangsung pukul 08.00–12.00 WIB secara serentak di RSUD Sunan Kalijaga, RSUD Sultan Fatah, RS Pelita Anugerah, dan RSI NU.
Kegiatan melibatkan Ketua Tim Kesga Gizi dan Tim Kesga Gizi Dinkesda, jajaran direktur rumah sakit, Kepala Bidang Pelayanan Medik, Ketua Diklat, serta fasilitator dokter spesialis obstetri dan ginekologi (DSOG) dan dokter spesialis anak (DSA) dari masing-masing rumah sakit. Peserta utama terdiri dari 21 tim Puskesmas PONED dan Puskesmas Mampu Persalinan yang mencakup dokter, perawat, dan bidan.
OJT dirancang sebagai pembelajaran berbasis praktik untuk memperkuat keterampilan tenaga kesehatan dalam menghadapi kasus kegawatdaruratan maternal dan neonatal. Tim Puskesmas mendapatkan kesempatan untuk memperdalam kemampuan mengenali tanda bahaya, melakukan asesmen awal, menentukan prioritas penanganan, serta mengambil langkah klinis secara cepat dan tepat sesuai kewenangan.
Penguatan keterampilan juga diarahkan pada tata laksana kasus maternal dan neonatal, termasuk kemampuan melakukan stabilisasi sebelum rujukan. Tahapan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kondisi pasien tetap terpantau dan tertangani selama proses persiapan menuju fasilitas rujukan.
“Melalui OJT ini, kami ingin memastikan tim Puskesmas memiliki kesiapan yang semakin baik dalam mengenali kegawatdaruratan ibu dan anak serta melakukan penanganan awal secara tepat. Pembelajaran langsung bersama fasilitator di rumah sakit menjadi kesempatan untuk memperkuat keterampilan klinis sekaligus menyamakan pemahaman dalam tata laksana kasus,” ujar Ketua Tim Kesga Gizi Dinkesda Demak.
Selain keterampilan klinis, kegiatan memberikan perhatian pada aspek stabilisasi pra-rujukan, pengisian partograf, serta komunikasi dan serah terima pasien antara fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama dengan rumah sakit rujukan. Koordinasi yang baik diperlukan agar informasi klinis pasien dapat tersampaikan secara lengkap dan mendukung kesinambungan pelayanan.
“Penanganan kegawatdaruratan membutuhkan kecepatan sekaligus koordinasi yang baik. Karena itu, selain keterampilan menangani kasus, kami juga memperkuat komunikasi dan proses serah terima pasien agar alur rujukan dari Puskesmas ke rumah sakit dapat berjalan lebih efektif,” ungkap Tim Kesga Gizi Dinkesda Demak.
Kolaborasi antara Dinkesda, Puskesmas, dan rumah sakit melalui kegiatan OJT diharapkan dapat memperkuat jejaring pelayanan kesehatan ibu dan anak. Pembelajaran bersama fasilitator spesialis juga menjadi sarana untuk mengevaluasi kesiapan tim dan mengidentifikasi aspek yang masih perlu diperkuat dalam penanganan kegawatdaruratan.
Melalui kegiatan ini, Dinkesda Demak terus mendorong peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di Puskesmas PONED dan Puskesmas Mampu Persalinan sebagai bagian dari penguatan pelayanan kesehatan ibu dan anak, terutama dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan yang membutuhkan respons cepat, tepat, terkoordinasi, dan berkesinambungan. (Kesmas_PromkesPM)
#DinkesdaDemak #OJT #PONED #KegawatdaruratanMaternal #KegawatdaruratanNeonatal #KesehatanIbuAnak #KesgaGizi #Puskesmas #SistemRujukan #PelayananKIA #MutuPelayanan #PromkesPM

























