DINKESDA DEMAK PERKUAT KEWASPADAAN KLB DAN WABAH MELALUI EDUKASI CAMPAK DI KARANGANYAR

Kenali, waspadai, dan cegah bersama. Penguatan pengetahuan kader dan lintas sektor menjadi langkah penting dalam membangun kewaspadaan terhadap campak dan penyakit potensial KLB/wabah. Bersama Dinkesda Demak, mari tingkatkan kepedulian dan peran aktif masyarakat untuk menjaga kesehatan lingkungan
Dinkesda_Demak melalui Tim Surveilans dan Imunisasi melaksanakan Sosialisasi Penyakit Potensial Kejadian Luar Biasa (KLB)/Wabah dan Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I) kepada kader kesehatan dan lintas sektor, Rabu (7/10/2026). Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.30 WIB di Puskesmas Karanganyar II dan diikuti perwakilan sekolah KB/PAUD/SD/MI, kader kesehatan desa di wilayah kerja Puskesmas Karanganyar II, serta jajaran Puskesmas Karanganyar II.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kewaspadaan masyarakat terhadap penyakit campak sekaligus memperkuat peran kader dan lintas sektor dalam pencegahan serta pengendalian penyakit. Materi sosialisasi mencakup pengenalan penyakit campak, tata laksana, serta langkah yang perlu dilakukan apabila ditemukan kondisi yang mengarah pada kasus campak di lingkungan masyarakat maupun satuan pendidikan.
Tim Surveilans dan Imunisasi Dinkesda Demak juga menyampaikan analisis situasi kasus campak di Kabupaten Demak. Pembahasan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman peserta terhadap perkembangan situasi penyakit sehingga kader, sekolah, dan tenaga kesehatan dapat berperan aktif dalam meningkatkan kewaspadaan serta mendukung deteksi dan pelaporan secara tepat waktu.
“Peningkatan pengetahuan kader dan lintas sektor menjadi bagian penting dalam membangun kewaspadaan bersama. Dengan mengenali tanda dan gejala serta memahami langkah yang harus dilakukan, masyarakat dapat membantu mempercepat deteksi dan tindak lanjut apabila ditemukan kasus yang dicurigai,” ujar Tim Surveilans dan Imunisasi Dinkesda Demak.
Selain campak, sosialisasi juga membahas sejumlah penyakit potensial KLB/wabah lainnya yang perlu mendapat perhatian karena mengalami peningkatan kasus. Kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkuat komunikasi antara tenaga kesehatan, kader, sekolah, dan unsur masyarakat dalam menghadapi berbagai ancaman penyakit menular.
“Pengendalian penyakit tidak dapat dilakukan oleh sektor kesehatan saja. Dukungan sekolah, kader, pemerintah desa, dan masyarakat sangat diperlukan untuk membangun kewaspadaan bersama, memperkuat pelaporan, serta mendorong upaya pencegahan di lingkungan masing-masing,” ungkap Tim Surveilans dan Imunisasi Dinkesda Demak.
Penguatan surveilans PD3I dan keterlibatan lintas sektor sejalan dengan upaya nasional untuk mempertahankan kewaspadaan terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi serta mencegah terjadinya KLB. Kementerian Kesehatan juga menempatkan penguatan surveilans dan cakupan imunisasi sebagai langkah penting dalam pengendalian campak dan PD3I.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, Dinkesda Demak berharap pengetahuan dan kepedulian kader, sekolah, serta lintas sektor semakin meningkat sehingga mampu bersama-sama menjaga kesehatan masyarakat, memperkuat kewaspadaan dini, dan mendukung pencegahan penyebaran penyakit potensial KLB/wabah di Kabupaten Demak. (Kesmas_PromkesPM)
#DinkesdaDemak #Surveilans #Imunisasi #PD3I #Campak #KLB #Wabah #KewaspadaanDini #KaderKesehatan #LintasSektor #Karanganyar #KesehatanMasyarakat #PromkesPM

























