DINKESDA DEMAK LANJUTKAN OJT KEGAWATDARURATAN IBU DAN ANAK, PERKUAT KESIAPAN TIM PONED

Kesiapan menghadapi kegawatdaruratan ibu dan anak membutuhkan kompetensi, ketepatan tindakan, dan koordinasi yang kuat. Melalui OJT, Dinkesda Demak terus memperkuat keterampilan tim Puskesmas PONED dan Mampu Persalinan untuk memberikan pelayanan yang cepat, tepat, aman, dan berkesinambungan.
Dinkesda_Demak melalui Tim Kesga Gizi kembali melaksanakan On the Job Training (OJT) Kasus Kegawatdaruratan Ibu dan Anak bagi Tim Puskesmas Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) dan Puskesmas Mampu Persalinan, Rabu (7/10/2026). Kegiatan berlangsung pukul 08.00–12.00 WIB di RSUD Sunan Kalijaga, RSUD Sultan Fatah, RS Pelita Anugerah, dan RSI NU.
Kegiatan diikuti Tim Kesga Gizi Dinkesda Demak, fasilitator yang terdiri atas dokter spesialis obstetri dan ginekologi (DSOG) serta dokter spesialis anak (DSA) dari rumah sakit, serta 21 Tim Puskesmas PONED dan Mampu Persalinan yang terdiri atas dokter, perawat, dan bidan.
OJT dilaksanakan sebagai upaya memperkuat kompetensi tenaga kesehatan dalam menghadapi kasus kegawatdaruratan ibu dan anak. Melalui pembelajaran dan pendampingan langsung di rumah sakit, peserta mendapatkan penguatan keterampilan dalam mengenali tanda bahaya, melakukan asesmen awal, menentukan prioritas penanganan, serta menerapkan tata laksana kasus maternal dan neonatal secara tepat.
“Penguatan kompetensi tenaga kesehatan di tingkat Puskesmas menjadi bagian penting dalam kesiapsiagaan menghadapi kegawatdaruratan ibu dan anak. Dengan kemampuan mengenali tanda bahaya dan menentukan prioritas secara tepat, penanganan awal dapat dilakukan secara lebih cepat,” ujar Tim Kesga Gizi Dinkesda Demak.
Selain aspek klinis, OJT memberikan perhatian pada stabilisasi pra-rujukan sebagai bagian penting dalam kesinambungan pelayanan. Peserta juga memperkuat keterampilan pengisian partograf serta komunikasi dan serah terima pasien antara fasilitas kesehatan tingkat pertama dan rumah sakit rujukan.
“Dalam kondisi kegawatdaruratan, koordinasi dan komunikasi antarfasilitas pelayanan kesehatan sangat menentukan kesinambungan penanganan pasien. Karena itu, keterampilan stabilisasi pra-rujukan dan proses serah terima pasien perlu terus diperkuat,” ungkap Tim Kesga Gizi Dinkesda Demak.
Pelaksanaan OJT dengan melibatkan fasilitator dari rumah sakit diharapkan dapat memperkuat sinergi antara Puskesmas dan fasilitas rujukan. Kolaborasi tersebut juga menjadi sarana untuk menyamakan pemahaman mengenai tata laksana kegawatdaruratan maternal dan neonatal serta alur rujukan yang aman dan efektif.
Melalui OJT Kasus Kegawatdaruratan Ibu dan Anak, Dinkesda Demak terus mendorong peningkatan kapasitas dokter, bidan, dan perawat di Puskesmas PONED serta Puskesmas Mampu Persalinan agar semakin siap memberikan penanganan awal, melakukan stabilisasi pra-rujukan, dan memperkuat koordinasi dengan rumah sakit dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kesehatan ibu dan anak. (Kesmas_PromkesPM)
#DinkesdaDemak #KesgaGizi #OJT #PONED #KegawatdaruratanIbuDanAnak #KIA #KesehatanIbuDanAnak #Puskesmas #Rujukan #KeselamatanPasien #PromkesPM

























