DINKESDA DEMAK MONITORING CKG DI DESA TEDUNAN, DORONG DETEKSI DINI PENYAKIT MELALUI DEMANG NGANTOR DESA

CKG hadir lebih dekat dengan masyarakat! Dalam rangka Demang Ngantor Desa di Desa Tedunan, sebanyak 135 orang mengikuti pemeriksaan kesehatan. Melalui monitoring dan evaluasi, Dinkesda Demak mendorong deteksi dini, tindak lanjut hasil skrining, dan peningkatan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan. Yuk, periksa kesehatan secara berkala dan terapkan pola hidup sehat.
Dinkesda_Demak terus mendukung peningkatan akses pelayanan kesehatan masyarakat melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) Komunitas dalam rangka program Demang Ngantor Desa. Kegiatan dilaksanakan pada Selasa, 20 Oktober 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di Balai Desa Tedunan, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak. Kegiatan ini diikuti oleh Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak, Plt. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Tim Talkesmas dan Keswa, Tim P2PTM, serta Puskesmas Wedung II.
Monitoring dan evaluasi ini bertujuan memastikan pelaksanaan CKG berjalan dengan baik, sekaligus menilai kendala teknis di lapangan agar dapat segera ditindaklanjuti melalui langkah perbaikan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperluas deteksi dini penyakit, mengenali faktor risiko kesehatan, serta mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya.
Dalam pelaksanaan CKG di Desa Tedunan, tercatat sebanyak 135 orang mengikuti pemeriksaan kesehatan. Hasil skrining mencatat 7 orang dengan diabetes melitus (DM), 15 orang dengan hipertensi (HT), serta 20 orang dengan temuan DM dan HT. Selain itu, terdapat 10 orang yang menjalani pemeriksaan TCM, 57 orang dengan gangguan penglihatan, 91 orang dengan karies gigi, 5 orang dengan gangguan pendengaran, dan 3 orang dengan kebiasaan merokok. Sebanyak 20 orang juga tercatat menjalani pemeriksaan laboratorium lanjutan.
Kepala Dinkesda Kabupaten Demak menyampaikan bahwa pelaksanaan CKG melalui kegiatan Demang Ngantor Desa merupakan kesempatan penting untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. “Melalui pemeriksaan kesehatan secara langsung di desa, faktor risiko dan kemungkinan masalah kesehatan dapat diketahui lebih awal sehingga masyarakat bisa memperoleh edukasi, tindak lanjut, maupun rujukan sesuai kebutuhan,” ungkapnya.
Sementara itu, tim pelaksana dari Bidang Kesehatan Masyarakat menekankan pentingnya evaluasi untuk memastikan pelayanan CKG semakin efektif dan berkualitas. “Monitoring ini membantu kami mengidentifikasi kendala pelaksanaan sekaligus memperkuat koordinasi dengan puskesmas agar hasil skrining dapat ditindaklanjuti secara tepat dan masyarakat mendapatkan pendampingan kesehatan yang diperlukan,” tuturnya.
Temuan hasil skrining menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala, penerapan pola makan seimbang, aktivitas fisik, menjaga kesehatan gigi dan mulut, serta menghindari kebiasaan merokok. Hasil skrining bukan selalu merupakan diagnosis akhir, sehingga masyarakat dengan hasil yang mengarah pada masalah kesehatan perlu mengikuti pemeriksaan lanjutan sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Melalui monitoring dan evaluasi CKG dalam rangka Demang Ngantor Desa, Dinkesda Kabupaten Demak berkomitmen memperkuat pelayanan promotif dan preventif, meningkatkan deteksi dini penyakit, serta memastikan tindak lanjut hasil pemeriksaan berjalan optimal. Kolaborasi antara pemerintah daerah, puskesmas, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan mampu mewujudkan masyarakat Demak yang lebih sehat dan produktif. (Kesmas_PromkesPM)
#DinkesdaDemak #CekKesehatanGratis #CKG #DemangNgantorDesa #DesaTedunan #PuskesmasWedungII #DeteksiDiniPenyakit #GERMAS #DemakSehat #KesmasPromkesPM

























