Dinkesda Demak Gelar Pertemuan Kolaborasi Puskesmas, Rumah Sakit, dan Klinik untuk Perkuat Strategi Penemuan Kasus Tuberkulosis

Dinkesda_Demak , 16 September 2025 — Upaya pengendalian Tuberkulosis (TBC) terus diperkuat oleh Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak melalui sinergi lintas fasilitas kesehatan. Bertempat di Ballroom Gedung C Lantai 1 Setda Demak, Dinkesda menggelar Pertemuan Kolaborasi antara Puskesmas, Rumah Sakit, dan Klinik/TPMD dalam rangka strategi penemuan kasus TBC.
Kegiatan ini dihadiri oleh Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Demak, Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak, Kepala Bidang P2P, Ketua Tim P2PM & PL beserta Tim TBC, Tim Yankes, serta perwakilan organisasi profesi kesehatan (IDI, Asklin, PPNI, IBI). Tak hanya itu, turut serta 27 Puskesmas, 6 Rumah Sakit, Klinik/TPMD, Mentari Sehat Indonesia TB Demak, serta Peer Educator MDR.
Dalam arahannya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Demak, dr. Ali Maimun, M.Kes menekankan pentingnya sinergi lintas fasilitas dalam upaya eliminasi TBC. “Kasus TBC tidak bisa dihadapi hanya oleh satu pihak. Kita butuh jejaring yang kuat antara Puskesmas, Rumah Sakit, Klinik, dan seluruh pemangku kepentingan agar penemuan kasus bisa lebih cepat dan akurat,” ungkapnya.
Hasil dari pertemuan ini melahirkan sejumlah komitmen bersama, di antaranya:
- Skrining TBC wajib dilakukan pada pengunjung Puskesmas, Rumah Sakit, maupun Klinik/TPMD.
- Skrining TBC pada kegiatan prolanis terutama bagi pasien dengan Diabetes Melitus.
- Rumah Sakit berkewajiban menyediakan data untuk sisir kasus sesuai permintaan Dinas Kesehatan.
- Investigasi kontak pada kasus indeks TBC baik dari Demak maupun luar daerah.
- Pelaksanaan Active Case Finding (ACF) dengan X-Ray.
- Target penemuan kasus: 3 kasus positif per minggu untuk Puskesmas dan 3 kasus positif per minggu untuk Rumah Sakit.
- Klinik/TPMD mendapatkan logistik dari Puskesmas jejaring.
- Pasien TBC yang dirujuk ke Puskesmas atau Rumah Sakit tidak diwajibkan pindah kepesertaan.
Sementara itu, perwakilan dari Komisi D DPRD Demak mengapresiasi langkah kolaborasi ini. “TBC masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat. Langkah Dinkes Demak yang memperkuat jejaring lintas fasilitas merupakan strategi tepat yang perlu terus didukung, termasuk dalam hal regulasi dan penganggaran,” ujarnya.
Dengan adanya komitmen ini, diharapkan Kabupaten Demak dapat lebih optimal dalam menemukan kasus TBC secara dini, memberikan penanganan yang tepat, serta mempercepat langkah menuju eliminasi TBC sesuai target nasional tahun 2030. (Kesmas_Promkes PM)
























