Perkuat Sinergi Lintas Sektor, Dinkesda Demak Gelar Pertemuan Monitoring dan Evaluasi RAD Penanggulangan TBC HIV

Dinkesda_Demak, 12 Juni 2025 – Dalam upaya memperkuat langkah bersama menghadapi dua tantangan besar kesehatan masyarakat, yakni TBC dan HIV/AIDS, Dinas Kesehatan Kabupaten Demak menggelar Pertemuan Monitoring, Evaluasi dan Koordinasi Rencana Aksi Daerah (RAD) Penanggulangan TBC HIV, bertempat di Ballroom Hotel Amantis, Lantai 2.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan dari lintas sektor dan lintas program, termasuk Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak, Ketua Forum Kabupaten/Kota Sehat, para Camat dari 5 kecamatan, Kepala Puskesmas, Kepala Desa, perwakilan pondok pesantren, perusahaan swasta, hingga organisasi mitra seperti MSI, serta tim teknis P2PM Dinas Kesehatan.
Tujuan Pertemuan, antara lain :
- Melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan RAD TBC HIV di Kabupaten Demak;
- Mengkaji pencapaian target, baik dari segi cakupan skrining, pengobatan, maupun pelibatan masyarakat;
- Mengidentifikasi tantangan atau kendala yang dihadapi di lapangan;
- Menyusun strategi kolaboratif lintas sektor/program dalam upaya pencegahan dan pengendalian TBC dan HIV/AIDS;
- Meningkatkan komitmen bersama dalam mewujudkan target eliminasi TBC tahun 2030 dan pengendalian HIV yang berkelanjutan.
Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak dr. Ali Maimun, M.Kes dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak. “Kita tidak bisa bekerja sendiri dalam menghadapi penyakit menular seperti TBC dan HIV. Diperlukan pendekatan yang terintegrasi mulai dari level desa, fasilitas kesehatan, tokoh masyarakat, dunia pendidikan, hingga dunia usaha,” ungkapnya.
Dalam sesi diskusi, sejumlah kepala desa dan camat juga menyampaikan pentingnya edukasi yang berkelanjutan di masyarakat, penguatan peran kader kesehatan, serta perlunya dukungan sumber daya dalam pelaksanaan program skrining dan pendampingan pasien TBC-HIV di desa masing-masing.
Dukungan Pesantren dan Perusahaan. Imbuh Programer HIV Dinkesda Nurbarokah, SKM
Partisipasi pondok pesantren dan perusahaan menjadi sorotan penting dalam kegiatan ini. Dengan populasi yang besar, lembaga tersebut dinilai strategis untuk menjadi mitra aktif dalam mendeteksi dini dan menyampaikan informasi pencegahan yang tepat. Perusahaan juga diajak aktif mendukung kesehatan pekerja melalui program skrining rutin dan penyuluhan.
Pertemuan ini menghasilkan sejumlah rencana tindak lanjut, termasuk peningkatan kampanye edukasi terpadu, penguatan jejaring layanan, optimalisasi peran kader, serta integrasi program P2PM di tingkat puskesmas dan desa. Dinas Kesehatan berkomitmen untuk terus mengawal pelaksanaan RAD agar selaras dengan target nasional dan kebutuhan riil masyarakat.
Dengan semangat gotong-royong dan koordinasi yang solid, Kabupaten Demak menunjukkan komitmennya menjadi wilayah yang lebih tangguh dalam menghadapi ancaman penyakit menular, demi mewujudkan masyarakat yang sehat dan produktif. Pungkas Programes HIV. (Kesmas_Promkes PM)
























