Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak Gelar Kalakarya MTBS untuk Tingkatkan Kapasitas Petugas Kesehatan Puskesmas, Wujudkan Penanganan Terpadu Balita Sakit dan Bayi Muda yang Lebih Optimal

Dinkesda_Demak – Sebagai upaya memperkuat kompetensi tenaga kesehatan dalam penanganan balita dan bayi muda yang sakit, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak melalui Tim Kesehatan Keluarga dan Gizi (Kesga-Gizi) Bidang Kesehatan Masyarakat menyelenggarakan kegiatan Kalakarya Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) pada Kamis, 16 Oktober 2025, bertempat di Eks Ruang Keuangan Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak.
Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB hingga selesai ini dihadiri oleh dr. Bymo Sunyoto, M.Kes selaku narasumber, serta diikuti oleh Tim MTBS dari beberapa Puskesmas, antara lain:
- Puskesmas Mranggen 3
- Puskesmas Karanganyar 2
- Puskesmas Gajah 2
- Puskesmas Sayung 2
dan didukung penuh oleh Tim Kesga-Gizi Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak.
Dalam sambutannya, dr. Bymo Sunyoto menjelaskan bahwa MTBS (Manajemen Terpadu Balita Sakit) merupakan pendekatan komprehensif dalam menangani balita berusia 0–59 bulan yang datang ke fasilitas kesehatan dengan keluhan sakit. Pendekatan ini tidak hanya fokus pada pengobatan, tetapi juga pada penilaian kondisi umum anak, status gizi, imunisasi, serta konseling kepada orang tua agar mampu melakukan perawatan lanjutan di rumah.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa MTBM (Manajemen Terpadu Bayi Muda) adalah bagian dari MTBS yang secara khusus menangani bayi berusia 1 hari hingga 2 bulan, baik yang sehat maupun sakit. Bayi dalam kelompok usia ini memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap infeksi dan komplikasi, sehingga diperlukan penanganan yang cepat, tepat, dan terstandar.
“Melalui kegiatan Kalakarya MTBS ini, kami berharap tenaga kesehatan di Puskesmas mampu melakukan deteksi dini, tatalaksana yang sesuai pedoman, serta memberikan konseling yang efektif kepada orang tua. Ini menjadi langkah nyata untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi dan balita di Kabupaten Demak,” ungkapnya.
Kegiatan berlangsung secara aktif dan interaktif dengan sesi diskusi kasus, simulasi tatalaksana, serta pembahasan kendala pelaksanaan MTBS di lapangan. Peserta dari berbagai Puskesmas saling bertukar pengalaman dan strategi dalam menerapkan pendekatan MTBS dan MTBM di wilayah kerja masing-masing.
Melalui Kalakarya ini, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak menegaskan komitmennya dalam mendukung pencapaian target penurunan angka kematian bayi dan balita serta peningkatan derajat kesehatan anak melalui pelayanan yang terintegrasi, terstandar, dan berkesinambangan. (Kesmas_Promkes PM)



























