Dinkesda Demak Perkuat Penemuan Kasus TBC Melalui Tracing Terintegrasi CKG dan ACF

Deteksi lebih awal, tindak lanjut lebih cepat. Melalui tracing TBC terintegrasi CKG dan ACF, Dinkesda Demak bersama puskesmas, rumah sakit, serta kader terus bergerak mendekatkan upaya penemuan dan pencegahan TBC kepada masyarakat.
Dinkesda_Demak terus memperkuat upaya penemuan kasus Tuberkulosis (TBC) secara aktif melalui kegiatan tracing TBC terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan metode Active Case Finding (ACF) menggunakan X-Ray Portable Swakelola Tipe 2 Kementerian Kesehatan. Kegiatan dilaksanakan di Puskesmas Karangawen I, Kamis (24/9/2026), sebagai bagian dari penguatan deteksi dini dan penanganan TBC di Kabupaten Demak.
Kegiatan tersebut melibatkan Tim TBC Dinkesda, Kepala Puskesmas beserta Tim Puskesmas Karangawen I, Dokter Spesialis Radiologi RSUD Sunan Kalijaga, dua radiografer dari RSUD Sunan Kalijaga dan RSUD Sultan Fatah, serta Kader Mentari Sehat Indonesia (MSI) TBC Demak.
Dalam pelaksanaannya, tracing dilakukan terhadap 23 kasus indeks TBC. Dari kegiatan tersebut berhasil diidentifikasi sebanyak 55 kontak serumah dan kontak erat, dan seluruhnya telah menjalani skrining. Selain itu, sebanyak 45 orang dari populasi atau kelompok berisiko turut mendapatkan skrining sebagai bagian dari upaya memperluas penemuan kasus secara aktif.
Pemeriksaan menggunakan X-Ray Portable dilakukan terhadap seluruh kontak serumah dan kontak erat yang berjumlah 55 orang serta 45 orang dari populasi atau kelompok berisiko. Dari hasil skrining, ditemukan tujuh terduga TBC dari kontak serumah dan kontak erat yang kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan TBC.
Hasil kegiatan juga mencatat sebanyak 35 kontak serumah, kontak erat, dan populasi berisiko telah memulai Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT). Sementara itu, hasil pemeriksaan X-Ray menunjukkan enam orang dengan gambaran yang mengarah ke TBC untuk mendapatkan tindak lanjut sesuai prosedur pemeriksaan.
Kegiatan tracing terintegrasi ini menjadi salah satu langkah penting dalam menemukan kasus TBC secara lebih dini, terutama pada kelompok yang memiliki risiko terpapar. Melalui kolaborasi antara Dinkesda, puskesmas, rumah sakit, radiografer, dan kader, proses penemuan kasus, pemeriksaan, serta tindak lanjut dapat dilakukan secara terpadu.
Tim Pelaksana Program TBC, Timja P2PM&PL, Bidang P2P Dinkesda Demak terus mendorong pelaksanaan penemuan kasus secara aktif sekaligus memperkuat pemberian TPT bagi kelompok yang memenuhi kriteria. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung percepatan pengendalian dan penanggulangan TBC di Kabupaten Demak. (Kesmas_PromkesPM)
#DinkesdaDemak #TBC #Tuberkulosis #ACF #ActiveCaseFinding #CKG #CekKesehatanGratis #XRayPortable #DeteksiDiniTBC #TPT #P2P #KesehatanDemak #MSITBC #KabupatenDemak

























