Setda Demak Monitoring Gedung PONED Puskesmas Kebonagung dari DBHCHT 2025

Dinkesda_Demak — Pemerintah Kabupaten Demak melalui Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Kabupaten Demak melaksanakan kegiatan Monitoring Bangunan Gedung Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) di Puskesmas Kebonagung, Rabu (21/1/2026) pukul 10.00 WIB.
Monitoring ini dilakukan sebagai bagian dari pengawasan penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2025, dengan Setda Perekonomian dan SDA Kabupaten Demak bertindak sebagai koordinator kabupaten dalam pemanfaatan dana DBHCHT.
Kegiatan tersebut diikuti oleh Bagian Setda Perekonomian dan SDA Kabupaten Demak, Ketua Tim Pendanaan Kesehatan (Pendankes), Ketua Tim Kesehatan Masyarakat dan Kesehatan Jiwa (Talkesmas dan Keswa), serta Kepala Puskesmas Kebonagung beserta jajaran tim puskesmas.
Perwakilan Bagian Perekonomian dan SDA Setda Kabupaten Demak menyampaikan bahwa monitoring dilakukan untuk memastikan pembangunan gedung PONED telah selesai dan dimanfaatkan sesuai peruntukannya.
“Monitoring ini bertujuan memastikan bahwa pembangunan Gedung PONED Puskesmas Kebonagung telah selesai dilaksanakan dan difungsikan dengan baik sebagai sarana pelayanan kesehatan, khususnya pelayanan kegawatdaruratan ibu dan bayi, serta sesuai dengan perencanaan anggaran awal dalam RKP yang telah disetujui oleh Kementerian Keuangan, Kementerian Kesehatan, dan Biro ISDA Provinsi Jawa Tengah,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa penggunaan DBHCHT harus akuntabel, tepat sasaran, dan memberikan manfaat langsung bagi peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Kebonagung Arief Setiawan, SKM, MM menyampaikan apresiasi atas perhatian dan pendampingan dari Pemerintah Kabupaten Demak melalui kegiatan monitoring tersebut.
“Kami bersyukur Gedung PONED Puskesmas Kebonagung telah selesai dibangun dan saat ini sudah difungsikan untuk pelayanan. Dengan adanya monitoring ini, kami semakin termotivasi untuk mengoptimalkan pemanfaatan gedung dan sarana prasarana demi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya pelayanan ibu dan bayi,” ungkapnya.
Melalui kegiatan monitoring ini, Pemerintah Kabupaten Demak berharap pemanfaatan dana DBHCHT di sektor kesehatan dapat terus diawasi dan dioptimalkan guna mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan serta keselamatan ibu dan anak di Kabupaten Demak. (Kesmas_Promkes PM)
























