RSUD SUNAN KALIJAGA GELAR AUDIT KLINIS TBC RESISTEN OBAT, PERKUAT PENANGANAN KASUS KOMPLEKS
Dinkesda_Demak – RSUD Sunan Kalijaga Kabupaten Demak sebagai rumah sakit pengampu Tuberkulosis Resisten Obat (TBC RO) menyelenggarakan kegiatan Audit Klinis TBC Resisten Obat, Kamis (25/6/2026) pukul 09.00 hingga 12.30 WIB di Aula Lantai 3 RSUD Sunan Kalijaga.
Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur RSUD Sunan Kalijaga beserta tim manajemen dan dokter spesialis, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak, Dokter Tim Ahli Klinis (TAK) Paru dari RSUP Dr. Kariadi Semarang, Tim TBC Provinsi Jawa Tengah, Tim TBC Dinkesda, Tim TBC RO RSUD Sunan Kalijaga, serta Mitra Swasta Internasional (MSI).
Audit klinis ini dilaksanakan sebagai upaya peningkatan mutu pelayanan serta penguatan tata laksana kasus TBC Resisten Obat, khususnya dalam menangani kasus-kasus sulit yang membutuhkan penanganan komprehensif dan kolaboratif.
Direktur RSUD Sunan Kalijaga dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kegiatan audit klinis sebagai sarana evaluasi dan peningkatan kualitas pelayanan.
“Audit klinis ini menjadi wadah untuk berbagi pengalaman, mengevaluasi penanganan kasus, serta meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dalam menangani TBC Resisten Obat,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang P2P Dinkesda Kabupaten Demak menjelaskan bahwa kegiatan ini juga bertujuan untuk memastikan kesesuaian tata laksana kasus dengan standar nasional serta memperkuat jejaring rujukan layanan TBC.
Dalam kegiatan ini, dokter spesialis paru RSUD Sunan Kalijaga memaparkan lima kasus sulit TBC RO yang kemudian didiskusikan secara mendalam bersama Dokter TAK Paru dari RSUP Dr. Kariadi Semarang. Diskusi ini menjadi forum konsultasi klinis untuk menentukan langkah penanganan terbaik bagi pasien.
Tim TBC Provinsi Jawa Tengah turut memberikan rekomendasi serta rencana tindak lanjut (RTL) sebagai upaya peningkatan kualitas layanan dan keberhasilan pengobatan TBC RO di Kabupaten Demak.
Perwakilan tim pelaksana menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor dan lintas fasilitas kesehatan sangat diperlukan dalam penanganan TBC Resisten Obat.
“Penanganan TBC RO membutuhkan pendekatan yang terintegrasi, mulai dari deteksi dini, pengobatan yang tepat, hingga pemantauan ketat untuk memastikan keberhasilan terapi,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan pelayanan TBC Resisten Obat di RSUD Sunan Kalijaga dan jejaringnya semakin optimal, sehingga mampu menekan angka penularan serta meningkatkan angka kesembuhan pasien.
Pemerintah Kabupaten Demak melalui Dinas Kesehatan terus berkomitmen dalam pengendalian TBC sebagai bagian dari upaya mewujudkan masyarakat yang sehat dan bebas dari penyakit menular. (Kesmas_Promkes PM)
Audit klinis TBC RO di RSUD Sunan Kalijaga, perkuat penanganan kasus sulit dan mutu layanan kesehatan.
#DinkesdaDemak #TBCRO #EliminasiTBC #RSUDDemak #PelayananKesehatan #Kesmas #P2P #DemakSehat #KesehatanIndonesia
























