Penguatan Desa Siaga TBC di Desa Jragung, Dinkesda Demak Dorong Peran Aktif Masyarakat dalam Pencegahan Tuberkulosis

Pertemuan Desa Siaga TBC di Desa Jragung menjadi langkah bersama untuk memperkuat peran masyarakat dalam mengenali gejala TBC, mendorong skrining sejak dini, mengurangi stigma, serta mendukung keberhasilan pengobatan pasien TBC. Bersama, kita wujudkan masyarakat yang peduli dan tanggap terhadap TBC menuju Demak bebas TBC.
Dinkesda_Demak terus memperkuat upaya penanggulangan Tuberkulosis (TBC) melalui pemberdayaan masyarakat di tingkat desa. Salah satunya dilakukan melalui Pertemuan Desa Siaga Tuberkulosis yang dilaksanakan di Balai Desa Jragung, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak, Senin (28/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan peran desa dalam meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap TBC sekaligus mendukung keberhasilan pengobatan pasien.
Pertemuan tersebut diikuti oleh Kepala Desa Jragung, Ketua Tim P2PM dan PL, Ketua TP PKK Desa Jragung, Tim TBC Dinkesda Demak, PJ Cluster 4 Puskesmas Karangawen II beserta Tim TBC, Bhabinsa, Bhabinkamtibmas, serta anggota Tim Desa Siaga TBC. Kolaborasi lintas sektor dan lintas program ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan penanggulangan TBC di tingkat masyarakat.
Kabupaten Demak saat ini telah membentuk Desa Siaga TBC di 106 desa yang ditetapkan melalui SK Desa Siaga TBC masing-masing desa. Keberadaan Desa Siaga TBC diharapkan mampu menjadi penggerak masyarakat untuk lebih mengenali tanda dan gejala TBC, meningkatkan kesadaran melakukan skrining secara mandiri, serta mendorong masyarakat segera mengakses layanan kesehatan apabila ditemukan gejala yang mengarah pada TBC.
Selain aspek penemuan kasus, Desa Siaga TBC juga memiliki peran penting dalam mengurangi stigma negatif terhadap pasien TBC. Dukungan keluarga, lingkungan dan masyarakat menjadi bagian penting dalam membantu pasien menyelesaikan pengobatan sesuai anjuran tenaga kesehatan sehingga keberhasilan pengobatan dapat terus ditingkatkan.
Melalui pertemuan ini, Dinkesda Demak mendorong agar Tim Desa Siaga TBC dapat memahami tugas dan perannya serta mampu melaksanakan kegiatan secara berkelanjutan. Desa juga diharapkan dapat mengembangkan dukungan dan penganggaran secara mandiri sesuai kemampuan dan kebutuhan desa untuk mendukung berbagai kegiatan penanggulangan TBC.
Ketua Tim P2PM dan PL Dinkesda Demak Tri Handayani, SKM, M.M. menyampaikan bahwa keberhasilan penanggulangan TBC membutuhkan keterlibatan bersama, tidak hanya tenaga kesehatan. “Kesadaran masyarakat untuk mengenali gejala, melakukan skrining, serta memberikan dukungan kepada pasien TBC merupakan langkah penting untuk memutus rantai penularan dan mencapai eliminasi TBC,” ujarnya.
Sementara itu, Tim TBC Dinkesda Demak menekankan pentingnya penguatan peran Desa Siaga TBC sebagai bagian dari upaya mendekatkan pencegahan dan penemuan kasus kepada masyarakat. Dengan sinergi antara pemerintah desa, kader, tenaga kesehatan, unsur keamanan dan masyarakat, diharapkan penanggulangan TBC dapat dilakukan secara lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
Melalui penguatan Desa Siaga TBC, Dinkesda Demak terus mendorong terwujudnya masyarakat yang lebih peduli, tanggap dan berdaya dalam mencegah serta menanggulangi TBC, menuju Kabupaten Demak yang semakin sehat dan bebas TBC. (Kesmas_PromkesPM)
#DinkesdaDemak #TBC #Tuberkulosis #DesaSiagaTBC #EliminasiTBC #PencegahanTBC #KesehatanMasyarakat #DemakSehat

























