DINKESDA DEMAK PERKUAT PENEMUAN DINI TBC MELALUI TRACING TERINTEGRASI CKG DI DESA SURODADI

Dinkesda Demak terus memperkuat penemuan dini TBC melalui tracing terintegrasi CKG dengan metode ACF dan X-Ray Portable di Desa Surodadi. Sebanyak 22 kasus indeks ditelusuri, 64 kontak serumah dan kontak erat menjalani skrining, serta 14 orang terduga TBC diarahkan ke pemeriksaan lanjutan. Kenali gejalanya, ikuti skrining bila berisiko, dan tuntaskan pemeriksaan untuk memutus rantai penularan TBC.
Dinkesda_Demak terus mengintensifkan upaya penemuan kasus Tuberkulosis (TBC) melalui kegiatan tracing TBC terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan metode Active Case Finding (ACF) menggunakan X-Ray Portable melalui skema Swakelola Tipe 2 Kementerian Kesehatan. Kegiatan dilaksanakan pada Selasa, 20 Oktober 2026, pukul 08.30–11.30 WIB di Desa Surodadi, wilayah kerja Puskesmas Sayung I, Kabupaten Demak.
Kegiatan ini melibatkan Tim TBC Dinkesda, Kepala Puskesmas beserta tim Puskesmas Sayung I, dokter spesialis radiologi RSUD Sultan Fatah, dua radiografer dari RSUD Sunan Kalijaga dan RSUD Sultan Fatah, serta kader MSI TBC Demak. Kolaborasi lintas fasilitas pelayanan kesehatan dan kader ini bertujuan memperluas jangkauan skrining, menemukan terduga TBC sedini mungkin, dan memastikan masyarakat yang berisiko memperoleh tindak lanjut sesuai kebutuhan.
Berdasarkan hasil kegiatan, sebanyak 22 kasus indeks TBC telah dilakukan tracing. Dari proses tersebut, berhasil diidentifikasi 64 kontak serumah dan kontak erat, dan seluruhnya telah menjalani skrining serta pemeriksaan menggunakan X-Ray. Selain itu, skrining dilakukan terhadap 36 orang dari populasi atau kelompok berisiko, dengan 34 orang di antaranya menjalani pemeriksaan X-Ray.
Hasil skrining menemukan 9 orang terduga TBC dari kelompok kontak serumah dan kontak erat serta 5 orang terduga TBC dari populasi atau kelompok berisiko. Dengan demikian, terdapat 14 orang terduga TBC yang dilanjutkan ke pemeriksaan TBC untuk memastikan status penyakitnya. Pemeriksaan X-Ray juga menunjukkan 9 hasil yang mengarah ke TBC, sehingga memerlukan tindak lanjut pemeriksaan sesuai alur diagnosis.
Selain penemuan terduga kasus, kegiatan ini turut mendukung upaya pencegahan penularan melalui Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT). Tercatat sebanyak 28 orang dari kelompok kontak serumah, kontak erat, dan populasi berisiko telah memulai TPT sesuai hasil penilaian dan indikasi klinis.
Perwakilan Tim TBC Dinkesda Demak menyampaikan bahwa pelaksanaan ACF terintegrasi CKG menjadi langkah penting untuk menjangkau masyarakat yang berisiko dan mempercepat penemuan kasus. “Melalui skrining aktif dan dukungan pemeriksaan X-Ray Portable, kami berharap terduga TBC dapat ditemukan lebih awal dan segera memperoleh pemeriksaan lanjutan, sehingga penanganan dapat dilakukan secara tepat,” ungkapnya.
Sementara itu, tim Puskesmas Sayung I menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat dan kader dalam mendukung keberhasilan penanggulangan TBC. “Dukungan keluarga, kontak erat, dan masyarakat sangat dibutuhkan agar skrining dapat menjangkau kelompok berisiko serta mendorong mereka yang terduga TBC untuk menuntaskan pemeriksaan dan mengikuti pengobatan sesuai arahan tenaga kesehatan,” tuturnya.
Dinkesda Kabupaten Demak mengajak masyarakat untuk tidak mengabaikan gejala yang mengarah pada TBC, seperti batuk berkepanjangan, serta bersedia mengikuti skrining apabila memiliki kontak erat dengan pasien TBC atau termasuk kelompok berisiko. Perlu diingat bahwa hasil X-Ray yang mengarah ke TBC belum menjadi diagnosis pasti dan harus ditindaklanjuti dengan pemeriksaan sesuai standar. Melalui kolaborasi lintas sektor, penemuan dini, pemeriksaan lanjutan, dan pencegahan yang berkesinambungan, Dinkesda Demak terus mendukung upaya mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan bebas TBC. (Kesmas_PromkesPM)
#DinkesdaDemak #TBC #StopTBC #ACFTBC #CKG #PenemuanDiniTBC #PuskesmasSayungI #KesehatanMasyarakat #DemakSehat #KesmasPromkesPM

























