DINKESDA DEMAK PERKUAT EDUKASI ZOONOSIS MELALUI SOSIALISASI LEPTOSPIROSIS DI GUNTUR II

Kenali leptospirosis, pahami cara penularannya, dan cegah faktor risikonya. Bersama kader, perangkat desa, dan masyarakat, mari tingkatkan kewaspadaan serta jaga kebersihan lingkungan untuk mencegah penyakit zoonosis.
Dinkesda_Demak terus memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian penyakit zoonosis melalui kegiatan Sosialisasi Penyakit Zoonosis yang dilaksanakan di Desa Sidokumpul, wilayah kerja Puskesmas Guntur II, Jumat (25/9/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai tersebut menjadi sarana edukasi masyarakat mengenai penyakit leptospirosis, mulai dari cara penularan hingga langkah pengendaliannya.
Kegiatan diikuti oleh Tim Dinkesda Demak Program Zoonosis, Pengelola Program (PP) Zoonosis Puskesmas Guntur II, perangkat Desa Sidokumpul, serta perwakilan kader kesehatan dari sejumlah desa di wilayah kerja Puskesmas Guntur II, meliputi Desa Blerong, Pamongan, Sukorejo, Sarirejo, Sidokumpul, Gaji, Banjarejo, Krandon, Tangkis, dan Wonorejo.
Pertemuan membahas tatalaksana penyakit leptospirosis dengan diawali pemaparan gambaran dan analisis kasus leptospirosis di Kabupaten Demak serta kondisi di wilayah kerja Puskesmas Guntur II. Materi tersebut menjadi dasar untuk meningkatkan pemahaman peserta terhadap situasi penyakit dan faktor yang perlu menjadi perhatian di masyarakat.
“Pemahaman mengenai leptospirosis perlu terus diperkuat, terutama di tingkat masyarakat dan kader. Dengan mengenali faktor risiko, cara penularan, serta gejala klinisnya, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada dan segera mendapatkan penanganan ketika menemukan gejala yang mengarah pada leptospirosis,” ujar Tim Zoonosis Dinkesda Demak.
Dalam sosialisasi tersebut, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai penyakit leptospirosis, cara penularan, gejala klinis, faktor risiko, serta berbagai upaya pengendalian. Edukasi diberikan agar kader dan perangkat desa dapat turut berperan dalam menyampaikan informasi kesehatan kepada masyarakat di wilayah masing-masing.
Keterlibatan kader kesehatan dari berbagai desa menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan edukasi. Kader diharapkan dapat membantu meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap faktor risiko lingkungan maupun perilaku yang dapat berperan dalam penularan leptospirosis serta mendorong masyarakat untuk menerapkan langkah-langkah pencegahan.
“Pengendalian penyakit zoonosis membutuhkan keterlibatan bersama. Kader dan perangkat desa memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi, meningkatkan kewaspadaan, serta mendorong masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat,” ungkap Tim Zoonosis Seksi P2PM dan PL Bidang P2P.
Melalui sosialisasi ini, Dinkesda Demak bersama Puskesmas Guntur II terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah desa dan kader kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan, kewaspadaan, serta upaya pencegahan penyakit zoonosis, khususnya leptospirosis. (Kesmas_PromkesPM)
#DinkesdaDemak #Zoonosis #Leptospirosis #PencegahanLeptospirosis #P2P #P2PMdanPL #PuskesmasGunturII #GunturII #KaderKesehatan #EdukasiKesehatan #KesehatanMasyarakat #DemakSehat

























