Dinkesda Demak Lakukan Kaji Tiru Penurunan Angka Kematian Bayi Ke Kabupaten Temanggung

Dinkesda_Demak– Temanggung — Rabu, 19 November 2025. Dalam upaya memperkuat program percepatan penurunan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Demak, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak melaksanakan kegiatan Kaji Tiru Penurunan AKB ke Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung. Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB di Aula Dinkes Temanggung dan diikuti oleh jajaran pimpinan, tim program, serta para programmer anak dari Puskesmas se-Kabupaten Demak.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung beserta jajaran, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Ketua dan Tim Kesga–Gizi Dinkes Temanggung. Dari Kabupaten Demak hadir Kepala Bidang Kesmas Dinkesda Demak, Ketua Tim Talkesmas Keswa, Ketua Tim Kesga–Gizi, Tim Kesga–Gizi, serta 27 programmer Anak Puskesmas se-Kabupaten Demak.
Kabupaten Temanggung menjadi salah satu daerah rujukan yang dinilai sukses menekan angka kematian bayi melalui penguatan lintas sektor, integrasi program, serta pendekatan promotif dan preventif yang konsisten. Dalam kesempatan tersebut, jajaran Dinkes Temanggung memaparkan strategi yang telah dijalankan, termasuk pelibatan aktif tim ahli dan penguatan jejaring layanan hingga tingkat desa.
Peserta kaji tiru mendapatkan gambaran mengenai implementasi program secara langsung, mulai dari tata kelola data, mekanisme rujukan, penguatan pemantauan ibu hamil dan bayi risiko tinggi, hingga inovasi pelayanan KIA yang telah terbukti efektif di Temanggung.
Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak berharap dapat mengadopsi praktik baik yang sesuai dengan kondisi daerah, khususnya dalam meningkatkan kualitas intervensi kesehatan ibu dan anak di tingkat Puskesmas dan jejaringnya. Kaji tiru ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen daerah dalam menekan AKB melalui langkah strategis dan kolaboratif.
Dengan adanya pembelajaran langsung dari daerah yang berhasil, program percepatan penurunan AKB di Kabupaten Demak diharapkan dapat berjalan lebih optimal, terstruktur, dan berbasis data, sehingga mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat. (Kesmas_Promkes PM)
























