Dinkesda Demak Gelar Pertemuan Evaluasi Surveilans dan SKDR Tahun 2025, Beri Penghargaan untuk Fasyankes Berprestasi

Dinkesda_Demak – Dalam rangka memperkuat sistem kewaspadaan dini terhadap penyakit menular dan meningkatkan kualitas surveilans kesehatan masyarakat, Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Demak menggelar Pertemuan Evaluasi Program Surveilans dan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) pada Rabu (19/11/2025) di Hotel Amantis. Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.00 WIB dan dihadiri oleh para pemangku kepentingan dari berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Acara ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak, perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Kepala Bidang Keperawatan RS se-Kabupaten Demak, Kepala Puskesmas se-Kabupaten Demak, serta pemegang program Surveilans Rumah Sakit, Puskesmas, dan Labkesda.
Pertemuan ini bertujuan untuk mereview kinerja pelaksanaan program Surveilans Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) serta SKDR di seluruh fasilitas kesehatan selama tahun 2025. Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk memperkuat respons cepat terhadap potensi kejadian luar biasa (KLB) dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi penyakit infeksi emerging.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak, dr. Ali Maimun, M.Kes, yang dalam arahannya menekankan pentingnya penguatan data surveilans yang akurat, pelaporan tepat waktu, serta kolaborasi lintas fasilitas kesehatan untuk menjaga kewaspadaan dini di tingkat kabupaten.
Pada kesempatan tersebut, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak memberikan award kepada puskesmas dan rumah sakit yang dinilai memiliki kinerja terbaik dalam pelaksanaan program Surveilans dan SKDR sepanjang tahun 2025. Penghargaan ini diharapkan menjadi pemacu semangat bagi seluruh fasilitas pelayanan kesehatan untuk terus meningkatkan mutu pelaporan dan kecepatan respon terhadap sinyal kewaspadaan dini.
Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah terkait perkembangan terkini penyakit infeksi emerging. Materi tersebut mencakup tren kasus global dan nasional, perubahan pola penularan, serta langkah mitigasi yang perlu diperkuat oleh daerah untuk meminimalkan risiko kejadian luar biasa.
Paparan ini menjadi poin penting bagi peserta mengingat mobilitas penduduk yang tinggi dan perubahan lingkungan yang mempengaruhi munculnya berbagai penyakit baru.
Sebagai penutup rangkaian acara, Timja Surveilans dan Imunisasi Bidang P2P menyampaikan paparan kinerja surveilans Kabupaten Demak sepanjang tahun 2025, termasuk capaian indikator, permasalahan yang dihadapi, serta rencana tindak lanjut untuk tahun mendatang. Ditekankan bahwa perbaikan sistem pelaporan, penguatan sumber daya manusia, dan pemanfaatan teknologi informasi menjadi prioritas utama untuk memperkuat sistem surveilans daerah.
Kegiatan ini sepenuhnya dilaksanakan oleh Timja Surveilans dan Imunisasi Bidang P2P Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak, sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kesehatan masyarakat dan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap penyakit menular. (Kesmas_Promkes PM)



























