Dinkesda Demak Gelar Pendampingan Serah Terima Pasien TB Resisten Obat antar Puskesmas, Perkuat Jejaring Penanggulangan TB RO

Dinkesda_Demak, 2 Juli 2025 — Dinas Kesehatan Kabupaten Demak melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) kembali melaksanakan kegiatan strategis berupa Pendampingan Serah Terima Pasien TB Resisten Obat (TB RO) dari Puskesmas Karangtengah kepada Puskesmas Sayung II. Kegiatan ini berlangsung di Aula KKI Puskesmas Karangtengah, Rabu (2/7) mulai pukul 08.00 WIB.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur penting, di antaranya Kepala Puskesmas dan KTU Puskesmas Karangtengah, Tim TBC Dinas Kesehatan Kabupaten Demak, Tim Klinis TB RO RSUD Sunan Kalijaga, Tim Klinis TB RO dari kedua puskesmas, serta perwakilan dari Mentari Sehat Indonesia TB Kabupaten Demak.
Sebagaimana diketahui, pada tahun 2025 ini, Kabupaten Demak ditunjuk menjadi wilayah dengan 5 Puskesmas Inisiasi TB Resisten Obat (TB RO), yakni Puskesmas Karanganyar 1, Bonang 1, Wedung 1, Karangtengah, dan Mranggen 1, dengan RSUD Sunan Kalijaga sebagai Rumah Sakit Pengampu TB RO.
Serah terima ini menjadi bagian penting dalam penguatan jejaring penanganan TB RO di tingkat layanan primer. Kegiatan meliputi presentasi klinis pasien TB RO aktif yang sedang menjalani pengobatan, panduan pengobatan menggunakan regimen BPaLM selama 6 bulan, tatalaksana follow up, pelaksanaan investigasi kontak, dan terapi pencegahan tuberkulosis (TPT) bagi kontak erat dengan panduan levofloxacin.
“Kegiatan ini bukan sekadar serah terima pasien, tapi juga wujud kolaborasi antara jejaring layanan TB RO untuk memastikan pasien mendapat pengobatan berkesinambungan, investigasi kontak dilakukan tuntas, dan pengobatan pencegahan berjalan sesuai standar,” jelas Cholid Efendi, SKM, Koordinator Program TBC Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak.
Dalam skema ini, Puskesmas Sayung II bertanggung jawab terhadap pelaksanaan investigasi kontak, terapi pencegahan tuberkulosis (TPT), serta pengambilan obat pasien. Sementara Puskesmas Karangtengah tetap melakukan follow up pengobatan, cek kesehatan penunjang, serta administrasi pasien. Untuk pemeriksaan penunjang lanjutan yang tidak tersedia di puskesmas, akan dibantu oleh RSUD Sunan Kalijaga.
“Kami siap mendukung penanganan TB RO di wilayah Demak dan berkomitmen menjaga kesinambungan layanan sesuai jejaring yang telah dibentuk bersama,” ungkap Tim Klinis TB RO Puskesmas Sayung II.
Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak memastikan pendampingan dan penguatan jejaring layanan TB RO akan terus dilakukan sebagai bagian dari strategi eliminasi TB di wilayah Demak.
“Dengan sinergi dan komunikasi antar jejaring, kami optimis eliminasi TB Resisten Obat di Demak dapat tercapai lebih cepat, karena seluruh puskesmas inisiasi dan jejaring telah berjalan satu sistem dan standar layanan,” tutup Cholid. (Kesmas_Promkes PM)
























