Dinkesda Demak Gelar Monitoring dan Evaluasi PPM TBC, Perkuat Sinergi Klinik Swasta dalam Pengendalian Tuberkulosis

Dinkesda_Demak, 1 Juli 2025 — Dalam upaya memperkuat penanggulangan Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Demak, Dinas Kesehatan melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Implementasi Public Private Mix (PPM) di Klinik/TPMD Program TBC pada Selasa (1/7).
Kegiatan ini dilaksanakan di tiga fasilitas kesehatan swasta, yaitu Klinik dr. Slamet Widodo, Klinik Dwi Puspita Karangawen, dan Klinik Mitra Keluarga, dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Tim Program TBC Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak, PP TBC Puskesmas Karangawen 1, serta tim dari masing-masing klinik.
Monitoring ini bertujuan mengevaluasi kontribusi dan capaian klinik jejaring (TPMD) dalam program TBC sepanjang tahun 2024 dan semester I tahun 2025. Selain itu, dilakukan pula sosialisasi MoU layanan TBC antara klinik jejaring dan puskesmas, serta praktek langsung pencatatan dan pelaporan kasus TBC melalui SITB (Sistem Informasi Tuberkulosis).
“Kegiatan ini penting untuk memastikan bahwa klinik jejaring turut aktif dan optimal dalam program penanggulangan TBC, mulai dari penemuan kasus, pengobatan, hingga pelaporan. Ini bentuk sinergi layanan pemerintah dan swasta demi eliminasi TBC di Demak,” ujar Cholid Efendi, SKM Koordinator Program TBC Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak.
Dari hasil monev, tim menemukan beberapa klinik sudah cukup baik dalam pencatatan kasus TBC dan pelaporan SITB, namun masih perlu penguatan terutama dalam pelaksanaan MoU layanan TBC dan monitoring pengobatan pasien hingga tuntas.
Untuk itu, disepakati Rencana Tindak Lanjut (RTL) berupa peningkatan sosialisasi MoU, penguatan pencatatan SITB, serta pembinaan rutin dari puskesmas jejaring ke klinik mitra.
“Kami sangat mengapresiasi Dinas Kesehatan yang rutin melakukan monev seperti ini. Kami dari klinik siap berkomitmen mendukung program TBC dan aktif dalam pencatatan SITB ke depannya,” ungkap dr. Slamet Widodo, pemilik Klinik dr. Slamet Widodo Karangawen.
Dinas Kesehatan Kabupaten Demak memastikan akan terus melakukan pendampingan dan penguatan peran fasilitas kesehatan swasta dalam jejaring layanan TBC, mengingat keberhasilan eliminasi TBC tidak hanya bertumpu pada puskesmas, tetapi juga membutuhkan kontribusi aktif klinik-klinik di wilayah Demak.
“Kami harap dengan adanya kegiatan monev ini, sinergi layanan TBC di Kabupaten Demak bisa lebih solid, kasus-kasus bisa cepat ditemukan, diobati hingga sembuh, dan angka penularan bisa ditekan semaksimal mungkin,” tutup Cholid Koordinator TBC Dinkesda Demak(Kesmas_Promkes PM)
























