Dinkesda Demak Gelar FGD Optimalisasi Pelayanan FKTP untuk Penguatan Rujukan serta Promotif Preventif

Dinkesda_Demak – Dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kesehatan tingkat pertama (FKTP) serta memperkuat fungsi promotif dan preventif, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Optimalisasi Pelayanan FKTP Review Rujukan dan Promotif Preventif Puskesmas Kabupaten Demak Periode I, pada Senin, 2 Februari 2026, pukul 09.00–15.00 WIB, bertempat di Aula Puskesmas Karangtengah.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkesda Kabupaten Demak, Ketua Tim Tata Kelola Fasilitas dan Mutu Pelayanan Kesehatan beserta tim, Kepala Puskesmas dan PIC BPJS Kesehatan dari Puskesmas Wedung I dan II, Mijen I dan II, Bonang I dan II, Karanganyar I dan II, Karangtengah, Gajah I dan II, serta Puskesmas Demak I, II, dan III. Turut hadir pula Kepala BPJS Kesehatan Demak beserta tim, serta Tim BPJS Kesehatan Kantor Cabang Semarang.
FGD ini dilaksanakan sebagai bagian dari monitoring dan evaluasi capaian program promotif dan preventif tahun 2025, sekaligus penguatan fungsi pelayanan promotif dan preventif di fasilitas kesehatan tingkat pertama, agar pada tahun 2026 dapat tercapai output status kesehatan peserta JKN, khususnya penderita penyakit kronis, yang lebih optimal.
Dian Arisanti, S.Si.Apt, MH.Kes. Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkesda Kabupaten Demak dalam sambutannya menyampaikan bahwa penguatan FKTP menjadi kunci keberhasilan sistem pelayanan kesehatan secara menyeluruh.
“FKTP, khususnya Puskesmas, merupakan garda terdepan pelayanan kesehatan. Melalui FGD ini, kami mendorong penguatan peran gatekeeper agar pelayanan di tingkat primer semakin optimal, rujukan lebih tepat sasaran, dan pelayanan promotif preventif benar-benar menjadi fokus utama,” ungkapnya.
Wahyu Andriyanto, SKM, S.Kep., Ners., M.K.M Ketua Tim Tata Kelola Fasilitas dan Mutu Pelayanan Kesehatan Dinkesda Kabupaten Demak menambahkan bahwa kegiatan ini juga bertujuan menyamakan persepsi antara Dinkes, BPJS Kesehatan, dan FKTP.
“Diskusi ini menjadi ruang strategis untuk mengevaluasi pola rujukan, mengidentifikasi hambatan di lapangan, serta menyusun rencana tindak lanjut bersama. Harapannya, mutu pelayanan meningkat, kendali biaya JKN tetap terjaga, dan manfaat layanan kesehatan dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat,” jelasnya.
Adapun tujuan utama FGD ini meliputi evaluasi kesesuaian pola rujukan FKTP dengan kompetensi dan indikasi medis, penguatan peran FKTP sebagai gatekeeper, serta penguatan layanan promotif dan preventif seperti skrining penyakit tidak menular, pelayanan KIA, imunisasi, gizi, edukasi kesehatan, dan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis).
Selain itu, FGD juga membahas sinkronisasi kebijakan BPJS Kesehatan dengan kondisi operasional di lapangan, peningkatan mutu layanan dan kendali biaya (cost containment), perbaikan indikator kinerja FKTP, serta penyusunan rencana tindak lanjut (RTL) berupa pendampingan, pembinaan, dan pelatihan lanjutan bagi FKTP.
Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak berharap terbangun komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan tingkat pertama, menekan rujukan yang tidak perlu, serta memperkuat upaya promotif dan preventif demi tercapainya derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Demak yang lebih baik. (Kesmas_Promkes PM)
























