Dinkesda Demak Gelar Evaluasi dan Pembinaan Kolaborasi Puskesmas–Klinik–TPMD untuk Perkuat Penanganan Penyakit Prioritas

Dinkesda_Demak – Upaya pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) di Kabupaten Demak kembali diperkuat melalui kegiatan Pertemuan Evaluasi dan Pembinaan Kolaborasi Puskesmas dengan Klinik dan TPMD dalam Pelayanan Penyakit Prioritas, yang digelar pada Selasa (18/11/2025) di Aula Labkesda Lantai 3. Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai dengan antusiasme tinggi dari para peserta.
Pertemuan ini dihadiri oleh Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Demak, Katim P2PTM Dinkesda, Tim P2PTM, serta 77 anggota IDI Cabang Demak. Keterlibatan para dokter dari berbagai fasilitas pelayanan kesehatan ini menjadi bukti nyata pentingnya sinergi dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit prioritas di tingkat primer.
Dalam pembahasannya, kegiatan ini menekankan layanan PTM yang telah diatur dalam Permenkes Nomor 6 Tahun 2024 tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM). Tiga layanan utama menjadi perhatian, yakni pelayanan PTM pada usia produktif, pelayanan Diabetes Mellitus, serta pelayanan hipertensi. Ketiga layanan ini menjadi tolok ukur penting dalam menurunkan angka kesakitan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Selain itu, peserta memperoleh pembinaan terkait kebijakan penanggulangan PTM sesuai Permenkes Nomor 71 Tahun 2015, yang meliputi empat pilar utama: promosi kesehatan, deteksi dini, perlindungan khusus, dan penanganan kasus. Implementasi kebijakan ini menuntut koordinasi lintas program dan lintas sektor agar penanganan PTM dapat berjalan komprehensif dan berkelanjutan.
Salah satu sorotan dalam pertemuan ini adalah penguatan layanan preventif di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Disampaikan bahwa terdapat 14 jenis skrining penyakit prioritas, di antaranya:
hipertensi, obesitas, diabetes melitus, stroke, penyakit jantung, kanker payudara, kanker leher rahim, PPOK, gangguan indera, gangguan akibat merokok, thalasemia, penyakit ginjal, kanker kolon, kesehatan gigi-mulut, dan kanker paru.
Skrining ini merupakan langkah krusial untuk menemukan kasus lebih cepat, mencegah komplikasi, sekaligus mendukung pencapaian indikator nasional bidang kesehatan.
Dalam sambutannya, Kepala Bidang P2P Heri Winarno, SKM, M.Kes menegaskan bahwa penanganan PTM tidak dapat dilakukan oleh satu unit kerja saja. Puskesmas, klinik, dan Tenaga Pelaksana Medik Dasar (TPMD) perlu berjalan beriringan untuk memperkuat deteksi dini, memperluas jangkauan layanan, dan memastikan setiap kasus mendapatkan penanganan tepat waktu.
“Kolaborasi menjadi kunci. Dengan bekerja bersama, kita bisa meningkatkan capaian skrining, penemuan kasus, serta penanganan penyakit prioritas secara lebih terstruktur,” ujarnya.
Ketua IDI Cabang Demak turut mengapresiasi langkah ini dan menegaskan komitmen profesi medis dalam mendukung strategi nasional pengendalian PTM, terutama mengingat tingginya beban penyakit kronis di masyarakat.
Pertemuan ditutup dengan penyampaian beberapa rekomendasi penguatan jejaring layanan primer serta rencana tindak lanjut untuk mendorong optimalisasi pelaksanaan skrining dan penatalaksanaan PTM di seluruh wilayah Kabupaten Demak.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Program P2PTM Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak sebagai bentuk kesungguhan pemerintah daerah dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih responsif, terintegrasi, dan berorientasi pencegahan. (Kesmas_Promkes PM)
























