DINKESDA DEMAK EVALUASI INTERVENSI SPESIFIK TRIWULAN III UNTUK PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING TAHUN 2026

Dinkesda Demak melaksanakan Evaluasi Intervensi Spesifik Triwulan III Tahun 2026 bersama tim Kesga Gizi, ahli gizi rumah sakit, dan 27 programmer gizi puskesmas se-Kabupaten Demak. Evaluasi berfokus pada surveilans penimbangan, capaian intervensi, data antropometri posyandu, tata laksana balita gizi buruk, serta rencana tindak lanjut untuk mendukung percepatan penurunan stunting
Dinkesda_Demak melalui Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi (Kesga Gizi) melaksanakan kegiatan Evaluasi Intervensi Spesifik Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Triwulan III Tahun 2026 pada Senin, 19 Oktober 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Kegiatan bertempat di bekas ruang Keuangan Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak dan diikuti oleh Tim Kesga Gizi Dinkesda, ahli gizi RS Charlie Hospital, ahli gizi RS Fatimah Sulhan, serta 27 programmer gizi puskesmas se-Kabupaten Demak.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya mengevaluasi pelaksanaan intervensi spesifik pada Triwulan III sekaligus menindaklanjuti capaian program pencegahan dan percepatan penurunan stunting tahun 2026. Evaluasi juga menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas pencatatan, pelaporan, serta pemantauan indikator program gizi di tingkat puskesmas dan fasilitas pelayanan kesehatan.
Pembahasan meliputi surveilans penimbangan, capaian intervensi spesifik Triwulan III Tahun 2026, serta pemutakhiran data posyandu terkait pengukuran antropometri dan kader terampil. Selain itu, peserta membahas kebijakan tata laksana balita gizi buruk usia 6–59 bulan, pencatatan dan pelaporan melalui Pelita Kesmas, serta penyusunan rencana tindak lanjut untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan program di lapangan.
Tim Seksi Kesga Gizi Dinkesda Kabupaten Demak menyampaikan bahwa evaluasi berkala diperlukan untuk mengidentifikasi kendala pelaksanaan program, memastikan kesesuaian data, dan merumuskan langkah perbaikan yang dapat ditindaklanjuti oleh setiap puskesmas. “Melalui evaluasi ini, kami berharap seluruh petugas gizi dapat semakin meningkatkan ketepatan pencatatan dan pelaporan, memperkuat pemantauan pertumbuhan balita, serta mengoptimalkan pelaksanaan intervensi spesifik sesuai sasaran dan kebutuhan di wilayah masing-masing,” ungkap perwakilan tim pelaksana.
Sementara itu, perwakilan programmer gizi puskesmas menuturkan bahwa koordinasi dan evaluasi bersama menjadi kesempatan untuk menyamakan pemahaman mengenai indikator program, tata laksana gizi, serta mekanisme pelaporan. “Hasil evaluasi diharapkan menjadi bahan perbaikan bagi puskesmas dalam menindaklanjuti kendala di lapangan, memperkuat peran posyandu, dan memastikan balita yang membutuhkan intervensi gizi memperoleh pelayanan sesuai standar,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, Dinkesda Kabupaten Demak mendorong penguatan koordinasi lintas fasilitas pelayanan kesehatan dan peningkatan kualitas data sebagai dasar perencanaan serta pengambilan keputusan. Hasil evaluasi dan rencana tindak lanjut diharapkan dapat mendukung pelaksanaan intervensi gizi yang lebih terarah, terukur, dan berkesinambungan dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Demak.
Upaya ini merupakan bagian dari komitmen Dinkesda Kabupaten Demak untuk meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak, memperkuat pelayanan gizi, serta mendukung terwujudnya generasi Demak yang sehat, tumbuh optimal, dan berkualitas. (Kesmas_PromkesPM)
#DinkesdaDemak #KesgaGizi #PercepatanPenurunanStunting #IntervensiSpesifik #EvaluasiProgramGizi #GiziBalita #Posyandu #BalitaSehat #DemakSehat #KesmasPromkesPM

























