CETING NENEK HEBAT DI WONOWOSO, PERKUAT PERAN NENEK DALAM PEMENUHAN GIZI BALITA

Nenek hebat, generasi sehat! Melalui Ceting Nenek Hebat (Kelas Mbah Yi), Dinkesda Demak bersama Puskesmas Karangtengah, Forum Perempuan Berdaya, dan kader kesehatan menguatkan peran keluarga dalam mendukung pemenuhan gizi serta tumbuh kembang balita.
Dinkesda_Demak terus memperkuat pemberdayaan keluarga dalam mendukung pemenuhan gizi dan tumbuh kembang anak melalui kegiatan Ceting Nenek Hebat (Kelas Mbah Yi) Tahun 2026. Kegiatan dilaksanakan pada Jumat, 16 Oktober 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai di Desa Wonowoso, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, dengan pendampingan kepada 30 nenek yang memiliki cucu balita.
Kegiatan ini melibatkan Tim Kesehatan Keluarga dan Gizi (Kesga Gizi) Dinkesda Demak, Forum Perempuan Berdaya (FPB), Tim Puskesmas Karangtengah, serta kader kesehatan Desa Wonowoso. Kolaborasi lintas unsur tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman keluarga mengenai pentingnya pemenuhan gizi anak sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), sekaligus mendukung percepatan penurunan angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), dan stunting.
Kelas Mbah Yi dirancang sebagai ruang belajar bagi para nenek agar dapat berperan aktif dalam mendukung pengasuhan dan pemenuhan kebutuhan gizi cucu. Rangkaian kegiatan meliputi pretest, penyampaian materi, praktik, diskusi, posttest, dan penutup. Metode ini diharapkan membantu peserta memahami materi sekaligus menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam pelaksanaannya, Ceting Nenek Hebat dibagi menjadi dua kelompok pembelajaran, yaitu Kelas Nenek ASI dan MPASI serta Kelas Nenek Aktif dan Cerdas. Materi tersebut memperkuat pemahaman peserta tentang dukungan pemberian ASI, pemberian makanan pendamping ASI sesuai usia dan kebutuhan anak, serta keterlibatan nenek dalam mendukung pengasuhan dan stimulasi tumbuh kembang balita.
Tim Kesga Gizi Dinkesda Demak menyampaikan bahwa keterlibatan nenek menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan keluarga yang mendukung kesehatan anak. “Kelas Mbah Yi menjadi ruang belajar bersama agar para nenek semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi dan pengasuhan balita. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam keseharian untuk mendukung tumbuh kembang cucu secara optimal,” ungkap tim pelaksana.
Pendampingan ini juga mendorong komunikasi dan kerja sama antara orang tua, nenek, kader kesehatan, dan tenaga kesehatan. Dengan pemahaman yang sejalan, keluarga diharapkan dapat membangun kebiasaan positif, mulai dari memperhatikan asupan gizi anak, mendukung pemberian ASI dan MPASI yang tepat, hingga memantau pertumbuhan dan perkembangan balita secara berkala.
Tim pelaksana menambahkan, “Upaya meningkatkan kesehatan anak perlu dimulai dari keluarga dan dilakukan secara berkelanjutan. Melalui Kelas Nenek ASI dan MPASI serta Kelas Nenek Aktif dan Cerdas, kami berharap para nenek dapat menjadi pendukung bagi keluarga dalam menerapkan pola asuh dan kebiasaan sehat bagi cucu.”
Melalui pelaksanaan Ceting Nenek Hebat di Desa Wonowoso, Dinkesda Demak terus mendorong keterlibatan keluarga dan masyarakat dalam mendukung pemenuhan gizi serta tumbuh kembang balita. Langkah ini menjadi bagian dari upaya bersama menyiapkan generasi yang sehat menuju Indonesia Emas 2045.
(Kesmas_PromkesPM)
#DinkesdaDemak #CetingNenekHebat #KelasMbahYi #KesgaGizi #GiziBalita #1000HPK #CegahStunting #PuskesmasKarangtengah #DemakSehat

























