AMPSR KABUPATEN DEMAK PERKUAT RESPONS UNTUK MENCEGAH KEMATIAN PERINATAL YANG DAPAT DICEGAH

Setiap kasus menjadi pembelajaran, setiap rekomendasi menjadi langkah perbaikan. Melalui AMPSR, Dinkesda Demak terus memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan bayi untuk mencegah kematian perinatal yang dapat dicegah.
Dinkesda_Demak melalui Tim Kerja Kesehatan Keluarga dan Gizi melaksanakan Audit Maternal Perinatal Surveilans dan Respons (AMPSR) tingkat Kabupaten Demak, Kamis (1/10/2026), mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai di Ruang Command Center Dinkesda. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penelusuran dan pembelajaran dari kasus kematian perinatal untuk memperkuat respons serta mencegah kejadian serupa di kemudian hari.
Kegiatan diikuti Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak, Plt. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Tim Pengkaji AMPSR tingkat Kabupaten Demak yang terdiri dari dokter spesialis anak, dokter spesialis obstetri dan ginekologi, serta dokter spesialis penyakit dalam, bersama Ketua Tim Kesehatan Keluarga dan Gizi beserta tim.
AMPSR merupakan rangkaian kegiatan penelusuran sebab kematian atau kesakitan ibu dan perinatal yang diarahkan untuk menghasilkan pembelajaran dan respons perbaikan. Kementerian Kesehatan melalui Pedoman AMPSR Tahun 2022 menempatkan proses surveilans dan respons sebagai bagian dari upaya mencegah kematian serupa pada masa mendatang.
Pelaksanaan audit diawali dengan pembacaan kode etik AMPSR sesuai pedoman, kemudian dilanjutkan dengan pembahasan kasus oleh tim pengkaji. Setiap kasus dikaji untuk mengidentifikasi penyebab, faktor pendukung, serta aspek pelayanan yang dapat diperbaiki. Hasil pembahasan kemudian dituangkan dalam formulir ringkasan pengkajian kematian perinatal sebagai dasar penyusunan rekomendasi tindak lanjut.
Berdasarkan hasil pengkajian pada kegiatan tersebut, sebanyak 58,3 persen kematian perinatal masuk dalam kategori yang dapat dicegah. Temuan ini menjadi bahan penting untuk memperkuat respons pada berbagai tahapan pelayanan kesehatan ibu dan bayi, terutama dalam upaya mengenali serta menangani faktor risiko sejak masa kehamilan.
“Pengkajian AMPSR tidak hanya melihat penyebab kematian, tetapi juga menjadi proses pembelajaran untuk mengetahui bagian mana yang masih dapat diperbaiki. Karena itu, rekomendasi yang dihasilkan harus dapat diterjemahkan menjadi tindak lanjut yang jelas dan terukur,” ujar Tim Kerja Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinkesda Demak.
Dalam pembahasan kasus, tim pengkaji menghasilkan sejumlah rekomendasi. Pertama, penguatan implementasi Petunjuk Teknis Pengelolaan Ibu Hamil dengan hipertensi dan diabetes melitus. Kedua, pelaksanaan refreshing bagi Puskesmas terkait skrining risiko tinggi ibu hamil, tata kelola, dan captor. Ketiga, pemeriksaan TORCH bagi perempuan yang terindikasi suspek TORCH. Keempat, pembaruan SOP pelayanan antenatal care (ANC) Puskesmas terkait advis pemberian asam folat tunggal dosis 1 x 1.000 mcg mulai masa prakehamilan atau awal kehamilan hingga akhir kehamilan, sesuai hasil rekomendasi tim pengkaji.
“Rekomendasi AMPSR diharapkan tidak berhenti pada dokumen hasil pengkajian. Setiap rekomendasi perlu ditindaklanjuti oleh unit terkait agar dapat memberikan perubahan nyata pada proses pelayanan, khususnya dalam skrining risiko tinggi, tata laksana kehamilan berisiko, dan penguatan kualitas ANC,” ungkap Tim Pelaksana AMPSR Dinkesda Demak.
Hasil audit dan rekomendasi tersebut selanjutnya menjadi bahan untuk memperkuat koordinasi serta perbaikan pelayanan kesehatan ibu dan bayi di tingkat fasilitas pelayanan kesehatan. Evaluasi secara berkala diperlukan untuk memantau pelaksanaan rekomendasi dan memastikan respons yang telah disepakati dapat berjalan sesuai kebutuhan.
Melalui AMPSR tingkat Kabupaten Demak, Dinkesda terus mendorong budaya pembelajaran dari setiap kasus kematian perinatal, memperkuat mutu pelayanan kesehatan ibu dan bayi, serta memastikan hasil pengkajian diterjemahkan menjadi respons dan perbaikan pelayanan yang berkelanjutan. (Kesmas_PromkesPM)
#DinkesdaDemak #AMPSR #KesehatanIbuDanAnak #KesehatanKeluarga #KesehatanPerinatal #AuditPerinatal #ANC #IbuHamil #BayiBaruLahir #DeteksiDini #MutuPelayanan #PromkesPM

























