ACF TBC TERINTEGRASI CKG DI WEDUNG PERKUAT DETEKSI DINI DAN PENCEGAHAN PENULARAN

Temukan lebih dini, cegah penularan lebih luas. Melalui tracing TBC terintegrasi CKG dan pemeriksaan X-Ray, Dinkesda Demak terus memperkuat penemuan kasus serta perlindungan bagi kontak dan kelompok berisiko menuju masyarakat yang lebih sehat dan bebas TBC.
Dinkesda_Demak melalui Program TBC, Tim Kerja P2PM & PL Bidang P2P melaksanakan kegiatan tracing TBC terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan metode Active Case Finding (ACF) menggunakan X-Ray Portable Swakelola Tipe 2 Kementerian Kesehatan di Puskesmas Wedung I, Selasa (6/10/2026). Kegiatan berlangsung pukul 08.30–11.30 WIB sebagai bagian dari upaya memperkuat penemuan kasus TBC secara aktif dan mencegah penularan di masyarakat.
Kegiatan melibatkan Ketua Tim P2PM & PL, Tim TBC Dinkesda, Kepala Puskesmas dan Tim Puskesmas Bonang II, dokter spesialis radiologi RSUD Sunan Kalijaga, dua radiografer dari RSUD Sunan Kalijaga dan PARI, serta kader MSI TBC Demak. Pelaksanaan skrining dilakukan terhadap kontak serumah, kontak erat, serta populasi atau kelompok berisiko.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 20 kasus indeks TBC dilakukan tracing. Dari kegiatan pelacakan berhasil diidentifikasi dan diskrining 40 kontak serumah maupun kontak erat, serta 60 orang dari populasi atau kelompok berisiko. Seluruh sasaran tersebut juga menjalani pemeriksaan menggunakan X-Ray sesuai alur kegiatan.
Hasil skrining menemukan 4 terduga TBC dari kontak serumah atau kontak erat dan 16 terduga TBC dari populasi atau kelompok berisiko. Sebanyak 20 orang yang terduga kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan TBC untuk memperoleh penanganan sesuai hasil pemeriksaan lebih lanjut.
“Tracing secara aktif menjadi langkah penting untuk menemukan terduga TBC sedini mungkin, terutama pada orang yang memiliki riwayat kontak dengan kasus TBC maupun kelompok yang memiliki faktor risiko. Dengan pemeriksaan yang dilakukan secara terintegrasi, tindak lanjut dapat dilakukan lebih cepat sesuai hasil skrining,” ujar Tim TBC Dinkesda Demak.
Selain penemuan terduga TBC, kegiatan juga menjadi bagian dari upaya pencegahan. Sebanyak 24 kontak serumah, kontak erat, dan populasi berisiko telah memulai Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) sesuai hasil asesmen dan indikasi. Kemenkes menjelaskan bahwa investigasi kontak berperan dalam deteksi dini sekaligus mengidentifikasi individu yang berisiko terinfeksi untuk mendapatkan TPT sesuai kebutuhan.
“Penanganan TBC tidak hanya berfokus pada menemukan dan mengobati kasus, tetapi juga mencegah agar orang yang berisiko tidak berkembang menjadi sakit TBC. Karena itu, keterlibatan petugas, kader, tenaga radiologi, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memutus rantai penularan,” ungkap Tim TBC Dinkesda Demak.
Hasil pemeriksaan X-Ray pada kegiatan tersebut menunjukkan 14 hasil yang mengarah ke TBC dan selanjutnya perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan sesuai alur pelayanan TBC. Pemanfaatan pemeriksaan radiografi toraks dalam skrining populasi berisiko menjadi salah satu strategi penemuan kasus aktif yang terus diperkuat pemerintah.
Melalui tracing TBC terintegrasi CKG, Dinkesda Demak terus memperkuat penemuan kasus secara aktif, memperluas cakupan skrining pada kontak dan kelompok berisiko, serta mendorong pemberian terapi pencegahan sesuai indikasi. Upaya tersebut diharapkan dapat mempercepat deteksi, memastikan tindak lanjut, dan mendukung pencegahan penularan TBC di masyarakat. (Kesmas_PromkesPM)
#DinkesdaDemak #TBC #Tuberkulosis #ACF #ActiveCaseFinding #TracingTBC #CKG #XRayPortable #TPT #PencegahanTBC #DeteksiDini #P2PMPL #PromkesPM

























