ACF TBC TERINTEGRASI CKG DI PUSKESMAS KARANGANYAR II PERKUAT DETEKSI DINI DAN PENCEGAHAN PENULARAN

Tracing TBC terintegrasi CKG di Puskesmas Karanganyar II memperkuat deteksi dini melalui ACF dan X-Ray Portable. Skrining, pemeriksaan lanjutan, serta terapi pencegahan bagi sasaran yang memenuhi kriteria menjadi bagian penting dalam upaya memutus rantai penularan TBC.
Dinkesda_Demak melalui Program TBC, Tim Kerja P2PM dan PL, Bidang P2P melaksanakan kegiatan tracing Tuberkulosis (TBC) terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan metode Active Case Finding (ACF) menggunakan X-Ray Portable Swakelola Tipe 2 Kementerian Kesehatan di Puskesmas Karanganyar II, Selasa (13/10/2026), pukul 08.00–11.30 WIB. Kegiatan ini melibatkan Tim TBC Dinkesda, Tim Puskesmas Karanganyar II, dokter spesialis radiologi RSUD Sunan Kalijaga, dua radiografer dari RSUD Sunan Kalijaga dan PARI, serta kader MSI TBC Demak.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat penemuan kasus TBC secara aktif melalui penelusuran kontak serumah, kontak erat, serta skrining terhadap populasi atau kelompok berisiko. Pemanfaatan X-Ray Portable mendukung pelaksanaan pemeriksaan di lapangan agar sasaran yang membutuhkan tindak lanjut dapat teridentifikasi lebih dini.
Dalam kegiatan tersebut, dilakukan tracing terhadap 28 kasus indeks TBC. Dari penelusuran ini berhasil diidentifikasi 81 kontak serumah dan kontak erat, dengan 72 orang telah menjalani skrining. Selain itu, skrining juga dilakukan terhadap 28 orang dari populasi atau kelompok berisiko. Seluruh sasaran yang diskrining, yakni 72 kontak serumah dan kontak erat serta 28 orang dari kelompok berisiko, menjalani pemeriksaan menggunakan X-Ray Portable.
Hasil skrining menunjukkan terdapat 18 orang terduga TBC dari kelompok kontak serumah dan kontak erat serta 8 orang terduga TBC dari populasi atau kelompok berisiko. Dengan demikian, sebanyak 26 orang terduga TBC dilanjutkan ke pemeriksaan TBC untuk memastikan diagnosis dan menentukan tindak lanjut sesuai prosedur. Sementara itu, hasil pembacaan X-Ray pada 22 orang mengarah ke TBC dan memerlukan pemeriksaan lanjutan.
“Penemuan aktif melalui tracing dan skrining X-Ray menjadi langkah penting untuk mengidentifikasi masyarakat yang berisiko terinfeksi TBC. Sasaran dengan hasil skrining yang mengarah ke TBC perlu segera mendapatkan pemeriksaan lanjutan agar penanganannya dapat ditentukan secara tepat,” ungkap perwakilan Tim Program TBC Dinkesda Demak.
Selain memperkuat deteksi dini, kegiatan ini juga mendukung pencegahan melalui Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT). Sebanyak 27 orang dari kelompok kontak serumah, kontak erat, dan populasi berisiko tercatat mulai menjalani TPT. Pemberian terapi pencegahan dilakukan sebagai bagian dari upaya pengendalian TBC sesuai hasil penilaian dan kriteria pelayanan.
“Keberhasilan pengendalian TBC membutuhkan kerja sama antara Dinkesda, Puskesmas, tenaga radiologi, dan kader kesehatan. Kami mendorong agar setiap hasil skrining ditindaklanjuti sesuai prosedur, termasuk pemeriksaan lanjutan bagi terduga TBC dan pemberian TPT bagi sasaran yang memenuhi kriteria,” tambah perwakilan Tim Pelaksana Program TBC, Timja P2PM dan PL, Bidang P2P.
Melalui kegiatan ACF TBC terintegrasi CKG dengan dukungan X-Ray Portable, Dinkesda Demak terus memperkuat penemuan kasus secara aktif, tindak lanjut pemeriksaan, serta upaya pencegahan penularan TBC di masyarakat sebagai bagian dari percepatan eliminasi TBC. (Kesmas_PromkesPM)
#DinkesdaDemak #TBC #ACFTBC #CKG #XRayPortable #DeteksiDiniTBC #TPT #PencegahanTBC #P2P #DemakSehat #PromkesPM

























