ACF TBC TERINTEGRASI CKG DI MULYOREJO PERKUAT DETEKSI DINI DAN PENCEGAHAN PENULARAN

Temukan lebih dini, cegah penularan lebih luas. Melalui ACF TBC terintegrasi CKG, pemeriksaan kontak erat dan kelompok berisiko terus diperkuat agar masyarakat yang membutuhkan tindak lanjut dapat segera memperoleh pemeriksaan dan pelayanan sesuai ketentuan. Bersama, kita wujudkan Demak yang semakin sehat dan bebas TBC.
Dinkesda_Demak melalui Program TBC, Tim Kerja P2PM dan PL, Bidang P2P melaksanakan kegiatan tracing Tuberkulosis (TB) terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan metode Active Case Finding (ACF) TBC menggunakan X-Ray Portable Swakelola Tipe 2 Kementerian Kesehatan di Kopdes Mulyorejo, wilayah kerja Puskesmas Demak II, Selasa (22/9/2026). Kegiatan berlangsung pukul 08.30–12.00 WIB sebagai bagian dari upaya memperkuat penemuan kasus secara aktif dan memutus mata rantai penularan TBC di masyarakat.
Kegiatan melibatkan Ketua Tim P2PM dan PL, Tim TBC Dinkesda Demak, Kepala Puskesmas dan Tim Puskesmas Demak II, Dokter Spesialis Radiologi RSUD Sunan Kalijaga, dua radiografer dari RSUD Sunan Kalijaga dan RSUD Sultan Fatah, serta kader Mentari Sehat Indonesia (MSI) TBC Demak. Kolaborasi tersebut mendukung pelaksanaan skrining, pemeriksaan menggunakan X-Ray Portable, serta tindak lanjut terhadap masyarakat yang masuk dalam kelompok kontak maupun kelompok berisiko.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 19 kasus indeks TB dilakukan tracing. Dari proses penelusuran, berhasil diidentifikasi 52 kontak serumah dan kontak erat, dan seluruhnya atau 52 orang menjalani skrining. Selain itu, skrining juga dilakukan terhadap 48 orang dari populasi atau kelompok berisiko. Seluruh kontak serumah dan kontak erat serta populasi berisiko tersebut menjalani pemeriksaan menggunakan X-Ray Portable, masing-masing sebanyak 52 dan 48 orang.
“Penelusuran kontak dan skrining kelompok berisiko merupakan bagian penting dalam menemukan secara dini orang yang memiliki kemungkinan terpapar atau mengalami TBC. Dengan pemeriksaan yang dilakukan secara terintegrasi, masyarakat yang memerlukan pemeriksaan lanjutan dapat segera diidentifikasi,” ujar Tim Program TBC Dinkesda Demak.
Dari hasil skrining, ditemukan 10 orang yang masuk kategori terduga TB dari kelompok kontak serumah dan kontak erat, sementara dari populasi atau kelompok berisiko tidak ditemukan terduga TB. Sebanyak 10 terduga TB tersebut kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan TB sesuai dengan alur tindak lanjut. Sementara itu, hasil pemeriksaan X-Ray pada 9 orang menunjukkan gambaran yang mengarah ke TBC dan memerlukan tindak lanjut sesuai ketentuan.
Selain penemuan terduga, kegiatan juga diarahkan pada upaya pencegahan. Sebanyak 33 orang yang terdiri dari kontak serumah, kontak erat, dan populasi berisiko telah memulai Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) sebagai bagian dari upaya mencegah berkembangnya infeksi menjadi penyakit TBC.
“Penanganan TBC tidak hanya berfokus pada penemuan dan pengobatan kasus, tetapi juga pada pencegahan penularan dan perlindungan terhadap kelompok yang memiliki risiko. Karena itu, tindak lanjut hasil skrining dan pemberian TPT menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatan,” ungkap Tim Kerja P2PM dan PL Dinkesda Demak.
Pelaksanaan ACF TBC terintegrasi CKG dengan dukungan X-Ray Portable menjadi salah satu upaya Dinkesda Demak untuk mendekatkan kegiatan deteksi dini kepada masyarakat. Keterlibatan Puskesmas, tenaga medis dan radiologi, radiografer, tim program, serta kader diharapkan dapat memperkuat penemuan kasus, penelusuran kontak, pencegahan, dan tindak lanjut TBC secara berkesinambungan. (Kesmas_PromkesPM)
#DinkesdaDemak #ACFTBC #Tuberkulosis #TBC #CKG #ActiveCaseFinding #XRayPortable #P2P #P2PMPL #TPT #DeteksiDiniTBC #PuskesmasDemakII #KesehatanDemak #EliminasiTBC

























