ACF TBC TERINTEGRASI CKG DI BAKUNG PERKUAT DETEKSI DINI DAN PENCEGAHAN PENULARAN

Kenali, periksa, dan cegah TBC bersama. Melalui ACF terintegrasi CKG, Dinkesda Demak terus memperkuat penemuan kasus secara aktif, pemeriksaan lebih dini, dan pemberian terapi pencegahan untuk membantu memutus rantai penularan TBC di masyarakat.
Dinkesda_Demak terus memperkuat upaya penemuan kasus Tuberkulosis (TBC) secara aktif melalui kegiatan Tracing TBC terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan metode Active Case Finding (ACF) menggunakan X-Ray Portable Swakelola Tipe 2 Kementerian Kesehatan di Kopdes Bakung, wilayah kerja Puskesmas Mijen I, Selasa (29/9/2026). Kegiatan berlangsung pukul 08.30–12.30 WIB sebagai bagian dari upaya memperluas deteksi dini TBC di masyarakat.
Kegiatan melibatkan Ketua Tim P2PM dan PL, Tim TBC Dinkesda, Kepala Puskesmas dan Tim Puskesmas Mijen I, Dokter Spesialis Radiologi RSUD Sunan Kalijaga, dua radiografer dari RSUD Sunan Kalijaga dan RSUD Sultan Fatah, serta Kader Mentari Sehat Indonesia (MSI) TBC Demak.
Dalam pelaksanaannya, tracing dilakukan terhadap 15 kasus indeks TBC dengan menindaklanjuti 48 kontak serumah dan kontak erat yang berhasil diidentifikasi. Seluruh kontak tersebut menjalani skrining dan pemeriksaan menggunakan X-Ray. Selain itu, skrining juga dilakukan terhadap 52 orang dari populasi atau kelompok berisiko, yang seluruhnya mendapatkan pemeriksaan X-Ray.
Dari hasil skrining, ditemukan 15 orang terduga TBC yang berasal dari kontak serumah maupun kontak erat, sedangkan dari kelompok populasi berisiko tidak ditemukan terduga TBC. Sebanyak 15 terduga tersebut selanjutnya dilanjutkan ke pemeriksaan TBC untuk memastikan kondisi lebih lanjut sesuai prosedur pelayanan.
“ACF dilakukan untuk menemukan terduga TBC secara lebih aktif, terutama melalui penelusuran kontak dan skrining kelompok berisiko. Dengan pemeriksaan yang dilakukan lebih awal, masyarakat yang memiliki gejala atau hasil skrining yang mengarah pada TBC dapat segera mendapatkan pemeriksaan lanjutan,” ujar Tim TBC Dinkesda Demak.
Selain penemuan terduga, kegiatan juga menjadi bagian dari upaya pencegahan melalui pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT). Sebanyak 16 kontak serumah, kontak erat, dan populasi berisiko tercatat mulai mendapatkan TPT sesuai hasil penilaian dan ketentuan pelayanan.
Pemeriksaan X-Ray Portable turut mendukung proses skrining dalam kegiatan tersebut. Dari hasil pemeriksaan radiologi, terdapat 9 hasil X-Ray yang mengarah ke TBC. Hasil tersebut menjadi dasar untuk pemeriksaan lebih lanjut dan tidak secara langsung merupakan penetapan diagnosis TBC.
Keterlibatan Puskesmas, tim radiologi, radiografer, kader, dan pengelola program TBC menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan. Kolaborasi tersebut mendukung rangkaian proses mulai dari penelusuran kasus indeks, identifikasi dan skrining kontak, pemeriksaan kelompok berisiko, hingga tindak lanjut terhadap terduga serta pemberian TPT.
“Penanggulangan TBC tidak hanya berfokus pada pengobatan kasus, tetapi juga pada penemuan kasus secara dini dan pencegahan penularan. Karena itu, keterlibatan kader dan masyarakat sangat penting untuk membantu menemukan kontak berisiko dan memastikan mereka memperoleh tindak lanjut sesuai kebutuhan,” ungkap Tim Pelaksana Program TBC, Timja P2PM dan PL Bidang P2P.
Melalui kegiatan ACF TBC terintegrasi CKG dengan dukungan X-Ray Portable, Dinkesda Demak terus memperkuat penemuan kasus secara aktif, pemeriksaan lanjutan, serta upaya pencegahan TBC di masyarakat. Kolaborasi lintas tenaga kesehatan dan kader diharapkan dapat mempercepat deteksi serta memutus rantai penularan TBC di Kabupaten Demak. (Kesmas_PromkesPM)
#DinkesdaDemak #TBC #ACFTBC #ActiveCaseFinding #CKG #TracingTBC #XRayPortable #TPT #P2P #P2PMdanPL #PuskesmasMijenI #KaderTBC #MSITBC #DeteksiDini #CegahTBC #DemakSehat

























