TRACING TBC TERINTEGRASI CKG DI WONOSALAM I, 13 TERDUGA TBC DILANJUTKAN PEMERIKSAAN

Tracing lebih dekat, deteksi lebih cepat. Dinkesda Demak bersama Puskesmas Wonosalam I dan mitra terkait memperkuat penemuan dini serta pencegahan penularan TBC melalui ACF terintegrasi CKG dan X-Ray Portable.
Dinkesda_Demak terus memperkuat upaya penemuan kasus Tuberkulosis (TBC) secara aktif melalui kegiatan tracing TBC terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan metode Active Case Finding (ACF) menggunakan X-Ray Portable Swakelola Tipe 2 Kementerian Kesehatan. Kegiatan dilaksanakan pada Kamis, 15 Oktober 2026, pukul 08.30–11.30 WIB di Balai Desa Sidomulyo, wilayah kerja Puskesmas Wonosalam I, Kabupaten Demak.
Kegiatan ini melibatkan Tim TBC Dinkesda, Tim Puskesmas Wonosalam I, dokter spesialis radiologi RSUD Sunan Kalijaga, dua radiografer dari RSUD Sunan Kalijaga dan RSUD Sultan Fatah, serta kader MSI TBC Demak. Kolaborasi lintas fasilitas pelayanan kesehatan dan kader masyarakat tersebut mendukung penelusuran kontak, skrining, serta deteksi dini TBC pada kelompok yang berisiko.
Dalam pelaksanaannya, tracing dilakukan terhadap 25 kasus indeks TBC. Dari penelusuran tersebut, berhasil diidentifikasi sebanyak 56 kontak serumah dan kontak erat, yang seluruhnya menjalani skrining dan pemeriksaan menggunakan X-Ray Portable. Selain itu, sebanyak 44 orang dari populasi atau kelompok berisiko juga menjalani skrining dan pemeriksaan radiologi.
Hasil skrining menunjukkan terdapat 8 terduga TBC dari kelompok kontak serumah dan kontak erat serta 5 terduga TBC dari populasi atau kelompok berisiko. Dengan demikian, sebanyak 13 orang terduga TBC dilanjutkan ke pemeriksaan TBC untuk memastikan kondisi lebih lanjut. Sementara itu, hasil pembacaan X-Ray pada 10 orang menunjukkan gambaran yang mengarah ke TBC dan perlu ditindaklanjuti sesuai prosedur pemeriksaan.
Tim pelaksana Program TBC, Timja P2PM dan PL Bidang P2P Dinkesda Demak menyampaikan bahwa penelusuran kontak dan skrining aktif menjadi langkah penting untuk menemukan dugaan kasus sedini mungkin. “Melalui ACF yang terintegrasi dengan CKG dan didukung X-Ray Portable, skrining dapat menjangkau kontak serumah, kontak erat, serta kelompok berisiko sehingga sasaran yang memerlukan pemeriksaan lanjutan dapat segera diidentifikasi,” ungkap tim pelaksana.
Selain mendukung penemuan terduga kasus, kegiatan ini juga memperkuat upaya pencegahan. Sebanyak 10 orang dari kelompok kontak serumah, kontak erat, dan populasi berisiko tercatat mulai menjalani Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT). Pemberian TPT ditujukan bagi sasaran yang memenuhi kriteria sesuai ketentuan pelayanan kesehatan.
Tim pelaksana menambahkan, “Penanggulangan TBC tidak berhenti pada skrining. Hasil pemeriksaan harus ditindaklanjuti sesuai standar, sementara upaya pencegahan melalui TPT bagi sasaran yang memenuhi kriteria perlu terus diperkuat dengan dukungan puskesmas, tenaga radiologi, dan kader.”
Melalui kegiatan tracing TBC terintegrasi CKG di wilayah kerja Puskesmas Wonosalam I, Dinkesda Demak terus mendorong penemuan kasus secara aktif, pemeriksaan lanjutan bagi terduga TBC, serta pencegahan penularan di masyarakat. Hasil X-Ray yang mengarah ke TBC bukan merupakan diagnosis akhir sehingga tetap memerlukan pemeriksaan lanjutan sesuai standar pelayanan.
(Kesmas_PromkesPM)
#DinkesdaDemak #TBC #EliminasiTBC #ACFTBC #CKG #XRayPortable #P2P #PuskesmasWonosalamI #CegahTBC #DemakSehat

























