ACF TBC TERINTEGRASI CKG DI TEDUNAN PERKUAT DETEKSI DINI DAN PENCEGAHAN PENULARAN

Temukan lebih dini, cegah penularan lebih luas. Melalui tracing TBC terintegrasi CKG, pemeriksaan X-ray portable, tindak lanjut terduga, dan Terapi Pencegahan Tuberkulosis, Dinkesda Demak terus memperkuat upaya penanggulangan TBC bersama Puskesmas, rumah sakit, kader, dan masyarakat
Dinkesda_Demak melalui Program TBC, Timja P2PM dan PL, Bidang P2P melaksanakan kegiatan tracing TBC terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan metode Active Case Finding (ACF) menggunakan X-ray Portable Swakelola Tipe 2 Kementerian Kesehatan, Rabu (7/10/2026). Kegiatan berlangsung pukul 08.30–11.30 WIB di Balai Desa Tedunan, wilayah kerja Puskesmas Wedung II.
Kegiatan melibatkan Ketua Tim P2PM dan PL, Tim TBC Dinkesda Demak, Kepala dan Tim Puskesmas Wedung II, dokter spesialis radiologi RSUD Sunan Kalijaga, dua radiografer dari RSUD Sunan Kalijaga dan PARI, serta kader MSI TBC Demak.
Dalam pelaksanaan tracing, sebanyak 25 kasus indeks TBC dilakukan penelusuran. Dari kegiatan tersebut berhasil diidentifikasi dan dilakukan skrining terhadap 65 kontak serumah maupun kontak erat. Selain itu, sebanyak 35 orang dari populasi atau kelompok berisiko turut mendapatkan skrining. Seluruh sasaran tersebut juga mendapatkan pemeriksaan menggunakan X-ray portable sebagai bagian dari upaya deteksi dini.
Hasil skrining menunjukkan terdapat 20 terduga TBC yang berasal dari kontak serumah atau kontak erat dan 4 terduga TBC dari populasi atau kelompok berisiko. Sebanyak 24 terduga tersebut kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan TBC untuk memastikan kondisi lebih lanjut. Sementara itu, 45 kontak serumah, kontak erat, dan populasi berisiko telah memulai Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT).
“Tracing kontak merupakan langkah penting untuk menemukan TBC sedini mungkin, terutama pada orang yang memiliki riwayat kontak dengan kasus indeks. Melalui integrasi CKG dan pemeriksaan X-ray, proses skrining dapat menjangkau sasaran secara lebih luas,” ujar Tim TBC Dinkesda Demak.
Dari pemeriksaan radiografi yang dilakukan, terdapat 9 hasil X-ray yang mengarah ke TBC. Hasil tersebut menjadi dasar untuk tindak lanjut pemeriksaan sesuai prosedur, sehingga tidak serta-merta dimaknai sebagai diagnosis TBC. Kemenkes juga menekankan bahwa pemeriksaan skrining dengan X-ray merupakan bagian dari deteksi dini dan hasil yang mengarah perlu ditindaklanjuti dengan pemeriksaan diagnostik.
“Penemuan terduga TBC harus diikuti dengan pemeriksaan lanjutan dan penanganan sesuai standar. Di sisi lain, pemberian TPT bagi kontak dan kelompok yang memenuhi kriteria menjadi bagian penting untuk mencegah berkembangnya infeksi menjadi penyakit TBC,” ungkap Timja P2PM dan PL Dinkesda Demak.
Pelaksanaan ACF dengan dukungan X-ray portable sekaligus memperkuat keterlibatan Puskesmas, rumah sakit, radiografer, kader, dan komunitas. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempercepat penemuan kasus, memperkuat investigasi kontak, serta mendukung upaya pencegahan penularan TBC di masyarakat. Kemenkes pada 2026 juga terus memperluas skrining TBC terintegrasi CKG dan pemanfaatan rontgen portabel sebagai bagian dari strategi penemuan kasus secara aktif.
Melalui kegiatan tracing TBC terintegrasi CKG di Tedunan, Dinkesda Demak terus memperkuat deteksi dini, tindak lanjut terduga TBC, investigasi kontak, dan pemberian terapi pencegahan sebagai bagian dari upaya bersama menuju eliminasi TBC. (Kesmas_PromkesPM)
#DinkesdaDemak #TBC #ACF #ActiveCaseFinding #CKG #TracingTBC #SkriningTBC #XrayPortable #TPT #P2PM #P2P #KesehatanMasyarakat #EliminasiTBC #PromkesPM

























