DINKESDA DEMAK PERKUAT KOMPETENSI TIM PONED MELALUI OJT KEGAWATDARURATAN IBU DAN ANAK

Penguatan kompetensi tenaga kesehatan menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kegawatdaruratan ibu dan anak. Melalui OJT, Dinkesda Demak memperkuat keterampilan klinis, stabilisasi pra-rujukan, serta komunikasi antara Puskesmas dan rumah sakit demi pelayanan yang semakin cepat, tepat, dan berkualitas
Dinkesda_Demak melalui Tim Kesga Gizi melaksanakan On the Job Training (OJT) Kasus Kegawatdaruratan Ibu dan Anak bagi Tim Puskesmas Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) dan Puskesmas Mampu Persalinan, Selasa (6/10/2026). Kegiatan berlangsung pukul 08.00–12.00 WIB di RSUD Sunan Kalijaga, RSUD Sultan Fatah, RS Pelita Anugerah, dan RSI NU.
Kegiatan diikuti Ketua Tim Kesga Gizi dan Tim Kesga Gizi Dinkesda Demak, fasilitator dari unsur dokter spesialis obstetri dan ginekologi (DSOG) serta dokter spesialis anak (DSA) dari rumah sakit, serta 21 Tim Puskesmas PONED dan Mampu Persalinan yang terdiri atas dokter, perawat, dan bidan.
OJT ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dalam menghadapi kasus kegawatdaruratan maternal dan neonatal. Pembelajaran dilaksanakan dengan pendekatan praktik langsung di lingkungan rumah sakit sehingga peserta dapat memperkuat kemampuan klinis dalam mengenali tanda bahaya, melakukan asesmen awal, menentukan prioritas penanganan, serta menerapkan tata laksana kasus secara tepat.
“Penguatan keterampilan tim di tingkat Puskesmas sangat penting agar setiap kasus kegawatdaruratan ibu dan bayi dapat dikenali dan ditangani secara cepat sesuai kompetensi sebelum mendapatkan penanganan lanjutan di rumah sakit,” ujar Tim Kesga Gizi Dinkesda Demak.
Selain keterampilan klinis, kegiatan juga memberikan penekanan pada stabilisasi pra-rujukan. Peserta memperkuat pemahaman mengenai langkah-langkah yang perlu dilakukan sebelum pasien dirujuk, termasuk pengisian partograf serta komunikasi dan serah terima pasien yang efektif antara fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama dengan rumah sakit rujukan.
“Penanganan kegawatdaruratan tidak hanya membutuhkan kemampuan klinis, tetapi juga koordinasi dan komunikasi yang baik. Dengan alur rujukan yang jelas dan serah terima pasien yang optimal, kesinambungan pelayanan dapat lebih terjaga,” ungkap Tim Kesga Gizi Dinkesda Demak.
Melalui OJT ini, Dinkesda Demak terus mendorong peningkatan kompetensi dokter, bidan, dan perawat di Puskesmas PONED serta Puskesmas Mampu Persalinan agar semakin siap memberikan penanganan awal kegawatdaruratan ibu dan anak, mengoptimalkan stabilisasi pra-rujukan, serta memperkuat jejaring pelayanan dengan rumah sakit rujukan dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kesehatan ibu dan anak. (Kesmas_PromkesPM)
#DinkesdaDemak #KesgaGizi #OJT #PONED #KegawatdaruratanIbuDanAnak #KesehatanIbuDanAnak #PelayananKIA #Puskesmas #Rujukan #KeselamatanPasien #PromkesPM

























