CKG TERINTEGRASI SPELING PERKUAT DETEKSI DINI PENYAKIT DI DESA WONOAGUNG

CKG terintegrasi SPELING hadir untuk membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatan lebih awal. Yuk, manfaatkan pemeriksaan kesehatan, kenali faktor risiko, dan lakukan tindak lanjut untuk menjaga kesehatan bersama.
Dinkesda_Demak terus memperkuat upaya deteksi dini penyakit dan mendekatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat melalui Monitoring dan Evaluasi (Monev) pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) Komunitas terintegrasi SPELING. Kegiatan dilaksanakan pada Rabu, 30 September 2026, di Balai Desa Wonoagung, Kecamatan Karangtengah.
Kegiatan Monev melibatkan Tim Talkesmas Keswa, Tim P2PTM, Tim Tata Kelola Fasilitas dan Mutu Pelayanan Kesehatan, serta Puskesmas Karangtengah. Monev dilakukan untuk memastikan pelaksanaan CKG berjalan sesuai tujuan sekaligus mengevaluasi berbagai aspek teknis di lapangan agar dapat dilakukan tindak lanjut dan perbaikan secara berkelanjutan.
Dalam pelaksanaan CKG di Desa Wonoagung, jumlah sasaran yang ditetapkan sebanyak 100 orang dan seluruhnya telah mendapatkan pemeriksaan CKG. Pemeriksaan meliputi skrining dan deteksi dini terhadap sejumlah faktor risiko maupun penyakit, sehingga kondisi kesehatan masyarakat dapat diketahui lebih awal dan diberikan tindak lanjut sesuai hasil pemeriksaan.
Dari hasil pemeriksaan, tercatat 20 orang dengan hipertensi (HT) dan 10 orang dengan diabetes melitus (DM). Selain itu, terdapat 1 orang yang menjalani pemeriksaan TCM sebagai bagian dari tindak lanjut pemeriksaan kesehatan.
Pelaksanaan CKG juga terintegrasi dengan layanan dokter spesialis melalui program SPELING. Sebanyak 33 orang mendapatkan pelayanan Spesialis Anak, 54 orang mendapatkan pelayanan Spesialis Penyakit Dalam, dan 13 orang mendapatkan pelayanan Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obsgyn). Berdasarkan hasil pemeriksaan, sebanyak 4 orang mendapatkan rujukan untuk memperoleh pelayanan kesehatan lebih lanjut sesuai indikasi.
“Monev ini penting untuk memastikan CKG tidak hanya terlaksana dari sisi jumlah sasaran, tetapi juga memberikan manfaat nyata melalui deteksi dini dan tindak lanjut. Setiap temuan faktor risiko maupun indikasi penyakit perlu menjadi perhatian agar masyarakat mendapatkan edukasi dan penanganan sesuai kebutuhannya,” ujar Tim Talkesmas Keswa Dinkesda Demak.
Selain mengevaluasi capaian pemeriksaan, kegiatan Monev juga digunakan untuk mengidentifikasi kendala teknis dalam pelaksanaan CKG di lapangan. Evaluasi tersebut menjadi bahan untuk melakukan tindakan korektif sehingga pelaksanaan kegiatan berikutnya dapat berlangsung lebih efektif dan mampu memberikan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat.
“Masyarakat diharapkan memanfaatkan CKG sebagai kesempatan untuk mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini. Dengan mengetahui faktor risiko lebih awal, upaya pencegahan dapat dilakukan sebelum berkembang menjadi penyakit yang lebih berat. Apabila ditemukan kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, masyarakat juga dapat segera memperoleh rujukan sesuai indikasi,” ungkap Tim P2PTM Dinkesda Demak.
Integrasi CKG dengan SPELING menjadi bagian dari penguatan pelayanan kesehatan yang menghubungkan skrining dasar dengan layanan dokter spesialis. Pendekatan ini diharapkan dapat mempercepat proses identifikasi masalah kesehatan, memperkuat edukasi, serta memastikan masyarakat memperoleh pelayanan lanjutan sesuai hasil pemeriksaan.
Melalui kegiatan ini, Dinkesda Demak terus mendorong budaya pemeriksaan kesehatan secara rutin dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini. CKG diharapkan tidak berhenti pada pemeriksaan, tetapi dilanjutkan dengan edukasi, pengendalian faktor risiko, perubahan perilaku hidup sehat, serta rujukan apabila ditemukan indikasi yang memerlukan penanganan lebih lanjut. (Kesmas_PromkesPM)
#DinkesdaDemak #CKG #CekKesehatanGratis #SPELING #DeteksiDini #Hipertensi #Diabetes #KesehatanMasyarakat #PelayananKesehatan #Wonoagung #Karangtengah #P2PTM #PromkesPM

























