AMPSR TINGKAT KABUPATEN DEMAK PERKUAT RESPONS DAN MUTU PELAYANAN IBU DAN BAYI

Keselamatan ibu dan bayi adalah tanggung jawab bersama. Mari perkuat skrining, kenali faktor risiko sejak dini, patuhi SOP, dan bangun komunikasi aktif antara keluarga, bidan, Puskesmas, rumah sakit, serta seluruh tenaga kesehatan. Bersama cegah risiko, kuatkan pendampingan, dan wujudkan ibu serta bayi yang sehat.
Dinkesda_Demak melalui Subbidang Kesga Gizi melaksanakan pertemuan Audit Maternal Perinatal Surveillance and Response (AMPSR) tingkat Kabupaten Demak di Puskesmas Demak III dan RSUD Sunan Kalijaga, Rabu (16/9/2026). Kegiatan diikuti Kepala Dinkesda Demak bersama jajaran lintas bidang, Kepala Puskesmas Demak III, jajaran RSUD Sunan Kalijaga, Tim Kesga Gizi, dokter dan bidan, Tim Mutu Puskesmas, serta dokter praktik swasta.
AMPSR merupakan pendekatan sistematis untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi melalui audit terhadap kematian ibu dan bayi serta respons terhadap temuan kasus. Pertemuan ini menjadi forum untuk mengidentifikasi akar masalah, baik klinis maupun nonklinis, sekaligus menyusun rekomendasi perbaikan sebagai bagian dari upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Demak.
“AMPSR tidak hanya membahas kasus, tetapi menjadi sarana pembelajaran bersama untuk mengetahui faktor yang perlu diperbaiki dalam pelayanan. Hasil audit diharapkan dapat menjadi dasar penguatan pelayanan dan pencegahan agar kejadian serupa dapat diminimalkan,” ungkap Tim Kesga Gizi Dinkesda Demak.
Sejumlah rekomendasi dihasilkan dalam pertemuan tersebut, antara lain penguatan kepatuhan terhadap SOP tatalaksana pelayanan, peningkatan komunikasi aktif antara bidan desa sebagai penanggung jawab wilayah dengan dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP) rumah sakit ketika pasien risiko tinggi pulang pascarawat inap, serta pengukuran dan evaluasi kepatuhan terhadap pemanfaatan SOP di FKTP sebagai bahan evaluasi kinerja program.
Penguatan skrining dan deteksi dini faktor risiko tinggi pada ibu hamil juga menjadi perhatian. Setiap kasus risiko tinggi diharapkan mendapatkan evaluasi, pengawalan, dan pendampingan secara lebih ketat sehingga potensi komplikasi dapat dikenali dan ditindaklanjuti sedini mungkin.
“Kolaborasi antara Puskesmas, rumah sakit, bidan desa, dokter, dan tenaga kesehatan lainnya sangat diperlukan. Komunikasi dan tindak lanjut yang baik, terutama pada ibu hamil risiko tinggi, menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan pelayanan,” jelas Tim Kesga Gizi.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tour hospital ke RSUD Sunan Kalijaga, khususnya Ruang IGD dan Ruang Bersalin, untuk melihat secara langsung pemenuhan sarana dan prasarana dalam mendukung pelaksanaan tindakan sesuai kondisi dan kebutuhan pasien. Melalui AMPSR, Dinkesda Demak terus memperkuat mutu pelayanan, respons terhadap risiko, dan koordinasi lintas fasilitas sebagai bagian dari upaya menurunkan AKI dan AKB. (Kesmas_PromkesPM)
#DinkesdaDemak #AMPSR #KesgaGizi #KesehatanIbuDanAnak #AKI #AKB #IbuHamil #KehamilanRisikoTinggi #DeteksiDini #PuskesmasDemakIII #RSUDSunanKalijaga #DemakSehat #PromkesPM
























