917. Workshop Kader “Cengkeraman Mata Elang” Angkatan VI Mantapkan Deteksi Dini Kesehatan Ibu dan Anak di Kabupaten Demak

Dinkesda_Demak , 11 Desember 2025 – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak melalui Bidang Kesehatan Masyarakat kembali menyelenggarakan Workshop Kader Cengkeraman Mata Elang (CME) Angkatan VI pada Kamis (11/12) bertempat di Aula Lantai 2 SMP Negeri 3 Demak. Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–14.00 WIB ini diikuti oleh perangkat desa, Kader KPM, Bidan Desa, serta kader Mom & Baby Sniper dari 25 desa.
Workshop ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas kader dalam deteksi dini masalah kesehatan ibu dan anak, terutama pada situasi yang membutuhkan kecepatan respons, ketepatan identifikasi kasus, dan akurasi pelaporan di tingkat masyarakat.
Ketua Tim Kesga-Gizi Dinkesda Demak Nurul Ari Windarti, S.Si.T, M.Kes. dalam keterangannya menyampaikan bahwa CME dirancang sebagai metode pengamatan dan respons cepat di lapangan.
“Kader diharapkan mampu menjadi ‘mata elang’ yang sigap melihat potensi risiko pada ibu hamil, ibu nifas, dan balita, sehingga kasus dapat segera ditangani dan tidak berkembang menjadi kondisi berat,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu fasilitator CME Kabupaten Demak Andrig Ariyani, S.Tr.Keb. menegaskan pentingnya konsistensi pelatihan dalam mempertahankan kualitas kader.
“Materi yang diberikan mencakup analisis situasi, identifikasi tanda bahaya, serta teknik pelaporan berjenjang. Tujuannya agar kader tidak hanya tahu, tetapi juga benar-benar terampil dalam penanganan awal,” jelasnya.

Tim Kesga Gizi Bidang Kesmas sebagai pelaksana kegiatan menambahkan bahwa pelatihan Angkatan VI ini merupakan bagian dari rangkaian program peningkatan mutu layanan kesehatan berbasis masyarakat yang terus digencarkan. “Kami berkomitmen meningkatkan kapasitas kader sebagai garda terdepan, karena keberhasilan deteksi dini sangat ditentukan oleh kompetensi mereka di lapangan,” tutur perwakilan tim pelaksana.
Kegiatan berjalan dengan lancar dan seluruh peserta aktif mengikuti sesi diskusi, praktik lapangan, hingga simulasi kasus. Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak berharap para kader dapat menerapkan ilmu yang diperoleh di desa masing-masing guna menekan risiko kematian ibu, kematian bayi, serta masalah gizi lainnya. (Kesmas_Promkes PM)
























