Tekan Kasus DBD, Dinkesda Demak Gencarkan Gerakan “Grabb Jentik” di Desa Rejosari
Dinkesda_Demak — Upaya pengendalian penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) terus diperkuat Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Demak melalui kegiatan sosialisasi dan monitoring Gerakan Berantas Jentik (Grabb Jentik) di Desa Rejosari, wilayah kerja Puskesmas Karangawen II, Senin (20/4).
Kegiatan ini melibatkan lintas sektor, mulai dari Tim Program Arbovirosis dan Zoonosis Dinkesda, Kepala Puskesmas Karangawen II dr. Lukluul Maknun beserta tim, pemerintah desa, kader kesehatan, hingga tokoh masyarakat setempat.
Sosialisasi diawali dengan pemaparan tatalaksana penyakit DBD oleh dr. Lukluul Maknun, dilanjutkan dengan penyampaian teknis pelaksanaan Gerakan Grabb Jentik serta edukasi pencegahan penyakit leptospirosis. Kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi interaktif dan kunjungan rumah untuk pemeriksaan jentik di lingkungan warga.
Pelaksanaan kegiatan ini dilatarbelakangi tingginya kasus DBD di Desa Rejosari pada triwulan pertama tahun 2026. Tercatat sejak Januari hingga April, terdapat 18 kasus infeksi virus dengue dengan angka bebas jentik (ABJ) masih berada di angka 86 persen, yang menunjukkan perlunya peningkatan kewaspadaan dan intervensi lebih intensif.
Katim P2PM dan PL Dinkesda Demak Tri Handayani, SKM, M.M. menegaskan bahwa keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam pengendalian DBD.
“Pemberantasan sarang nyamuk tidak bisa hanya mengandalkan tenaga kesehatan. Peran masyarakat sangat penting melalui penerapan PSN 3M dan perilaku hidup bersih dan sehat secara konsisten,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan monitoring ini bertujuan memastikan gerakan pemberantasan jentik benar-benar dilaksanakan hingga ke tingkat rumah tangga.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Karangawen II dr. Lukluul Maknun menekankan pentingnya deteksi dini dan pencegahan berbasis lingkungan.
“Melalui kegiatan Grabb Jentik ini, kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat untuk rutin memeriksa tempat penampungan air dan menjaga kebersihan lingkungan, sehingga rantai penularan DBD dapat diputus,” ungkapnya.
Kegiatan kunjungan rumah menjadi salah satu langkah nyata dalam mengedukasi masyarakat sekaligus memantau langsung kondisi lingkungan terkait keberadaan jentik nyamuk.
Dengan sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, Dinkesda Demak berharap kasus DBD di wilayah tersebut dapat ditekan, sekaligus meningkatkan kesadaran kolektif dalam menjaga kesehatan lingkungan. (Kesmas_Promkes PM)
Cegah DBD dimulai dari rumah, Melalui Gerakan Grabb Jentik, Dinkesda Demak bersama masyarakat bergerak bersama memutus rantai penularan DBD dengan PSN 3M dan PHBS.
#DBD
#DemamBerdarah
#GrabbJentik
#PSN3M
#PHBS
#DemakSehat
#DinkesdaDemak
#KesehatanLingkungan
#CegahDBD
#IndonesiaSehat
#BerAKHLAK
#BanggaMelayaniBangsa
#GerakanMasyarakat
#StopDBD
#JentikNyamuk





















