. Dinkesda Demak Perkuat Kolaborasi Layanan TB–HIV untuk Capai Target Eliminasi
Dinkesda_Demak — Dalam rangka memperkuat integrasi layanan penanggulangan penyakit menular, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak menggelar Rapat Kolaborasi Program TB–HIV pada Kamis, 5 Maret 2026 pukul 09.30 WIB hingga selesai di Ruang Staf Ahli Kabupaten Demak.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Ketua Tim P2PM dan PL, Tim TB–HIV Dinkesda, dokter penanggung jawab layanan HIV dari enam rumah sakit, serta dokter penanggung jawab HIV dari tujuh puskesmas di Kabupaten Demak.
Rapat tersebut menjadi forum koordinasi lintas fasilitas pelayanan kesehatan dalam menyamakan langkah serta memperkuat implementasi indikator program TB–HIV agar target program nasional dapat tercapai secara optimal.
Integrasi Penanganan TB dan HIV
Kolaborasi program TB dan HIV merupakan strategi penting dalam penanggulangan dua penyakit menular yang saling berkaitan erat. Melalui integrasi layanan ini, diharapkan deteksi dini serta pengobatan bagi pasien dapat dilakukan secara lebih cepat dan komprehensif.
Dalam rapat koordinasi tersebut, dibahas sejumlah indikator utama program TB–HIV yang harus dicapai oleh seluruh fasilitas layanan kesehatan, di antaranya:
- Seluruh Orang Dengan HIV (ODHIV) dilakukan skrining Tuberkulosis (TB)
- ODHIV yang memenuhi syarat (eligible) Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) mendapatkan terapi
- ODHIV yang menjalani terapi pencegahan TB dapat menyelesaikan pengobatan TPT
- Seluruh kasus TB–HIV mendapatkan terapi antiretroviral (ARV)
- Semua pasien TB dilakukan pemeriksaan HIV
Kepala Bidang P2P Dinkesda Kabupaten Demak menyampaikan bahwa kolaborasi antara rumah sakit dan puskesmas sangat penting untuk memastikan indikator program dapat tercapai.
“Integrasi layanan TB dan HIV menjadi kunci dalam meningkatkan deteksi dini serta keberhasilan pengobatan. Melalui kolaborasi yang kuat antara puskesmas dan rumah sakit, kita berharap capaian indikator program TB–HIV di Kabupaten Demak dapat terus meningkat,” ujarnya.
Penguatan Perencanaan dan Pencatatan Program
Selain pembahasan indikator, rapat juga menghasilkan sejumlah rencana tindak lanjut untuk memperkuat implementasi program di lapangan.
Ketua Tim P2PM dan PL Dinkesda menjelaskan bahwa seluruh layanan PDP HIV diminta segera melakukan pemetaan terhadap ODHIV yang memenuhi kriteria untuk mendapatkan terapi pencegahan TB.
“Setiap layanan PDP HIV perlu memetakan ODHIV yang eligible TPT, menghitung kebutuhan obat TPT, berkoordinasi dengan program HIV dan farmasi, serta memastikan seluruh kegiatan tercatat dengan baik melalui sistem informasi kesehatan,” jelasnya.
Dukungan Sistem Informasi Kesehatan
Pencatatan dan pelaporan program akan dilakukan melalui SIHA, yang menjadi sistem nasional dalam monitoring program HIV di Indonesia.
Melalui sistem tersebut, seluruh data layanan HIV dan TB–HIV dapat tercatat secara terintegrasi sehingga memudahkan pemantauan capaian program secara berkala.
Dengan adanya rapat koordinasi ini, Dinkesda Kabupaten Demak berharap seluruh fasilitas pelayanan kesehatan dapat memperkuat kolaborasi layanan TB–HIV guna mempercepat pencapaian target program serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. (Kesmas_Promkes PM)
Kolaborasi adalah kunci dalam pengendalian penyakit menular. Dinkesda Kabupaten Demak melalui Bidang P2P melaksanakan Rapat Kolaborasi Program TB–HIV bersama dokter penanggung jawab HIV dari rumah sakit dan puskesmas di Kabupaten Demak.
Pertemuan ini bertujuan menyamakan langkah serta memperkuat integrasi layanan TB dan HIV agar indikator program dapat tercapai secara optimal.
Fokus utama dalam kolaborasi ini antara lain:
✔ Semua ODHIV dilakukan skrining TB
✔ ODHIV yang memenuhi syarat mendapatkan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT)
✔ ODHIV menyelesaikan pengobatan TPT
✔ Semua pasien TB–HIV mendapatkan terapi ARV
✔ Seluruh pasien TB dilakukan pemeriksaan HIV
Sebagai tindak lanjut, seluruh layanan PDP HIV akan melakukan pemetaan ODHIV yang eligible TPT, menghitung kebutuhan terapi pencegahan TB, berkoordinasi dengan program HIV dan farmasi, serta melakukan pencatatan melalui sistem informasi kesehatan.
Melalui sinergi yang kuat antara Dinkesda, rumah sakit, dan puskesmas, diharapkan upaya pengendalian TB dan HIV di Kabupaten Demak dapat berjalan lebih efektif dan memberikan perlindungan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat.
#DinkesdaDemak
#DemakSehat
#P2PDemak
#ProgramTB
#ProgramHIV
#TBHIV
#EliminasiTB
#PenanggulanganHIV
#ODHIV
#ARV
#TPT
#SkriningTB
#KolaborasiKesehatan
#PuskesmasDemak
#RumahSakitDemak
#KesehatanMasyarakat
#TransformasiKesehatan
#IndonesiaSehat
#BanggaMelayaniBangsa
#ASNBerAKHLAK
#PelayananPublik























