Dinkesda Demak Gencarkan Active Case Finding TBC di Sayung, Libatkan Lintas Sektor dan X-Ray Portable
Dinkesda_Demak — Upaya percepatan eliminasi tuberkulosis (TBC) terus diperkuat oleh Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Demak melalui kegiatan tracing terintegrasi yang dilaksanakan di Puskesmas Sayung I, Senin (27/4).
Kegiatan ini mengusung metode Active Case Finding (ACF) atau penemuan kasus aktif TBC, yang dipadukan dengan program CKG dan speeling, serta didukung penggunaan teknologi X-ray portable untuk mempercepat deteksi dini di masyarakat.
Kegiatan ini melibatkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari unsur kecamatan, TNI-Polri, tenaga kesehatan, hingga kader masyarakat. Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Sayung, Kapolsek dan Danramil Sayung, tim P2PM & PL Dinkesda, tenaga medis dari RSUD Sunan Kalijaga dan RSI NU Demak, serta kader MSI TBC.
Kegiatan diawali dengan pengarahan dari unsur pimpinan wilayah sebagai bentuk dukungan penuh terhadap penanggulangan TBC. Selanjutnya, dilakukan skrining TBC, pemeriksaan CKG, serta pelaksanaan speeling bagi masyarakat sasaran.
Sebagai langkah lanjutan, dilakukan pemeriksaan rontgen menggunakan X-ray portable yang memungkinkan deteksi cepat dan efisien langsung di lokasi. Hasil pembacaan dilakukan oleh dokter spesialis radiologi bersama tim radiografer, sehingga mempercepat penentuan tindak lanjut pasien.
Perwakilan Dinkesda Demak menegaskan bahwa strategi ACF menjadi kunci dalam menemukan kasus TBC yang selama ini belum terdeteksi.
“Pendekatan Active Case Finding memungkinkan kita menjangkau langsung masyarakat berisiko, sehingga kasus TBC dapat ditemukan lebih cepat dan segera ditangani,” ujarnya.
Dari total 100 peserta yang mengikuti kegiatan, diperoleh hasil:
- 10 orang hasil rontgen positif dan dirujuk pemeriksaan lanjutan TCM
- 46 orang bergejala dan dirujuk TCM
- 23 orang mendapatkan Terapi Pencegahan TBC (TPT)
- 21 orang tidak bergejala dengan hasil rontgen negatif
Hasil ini menunjukkan pentingnya skrining aktif dalam mengidentifikasi kasus potensial, sekaligus mencegah penularan lebih luas di masyarakat.
“Dengan deteksi dini, kita dapat segera memberikan pengobatan maupun pencegahan, sehingga rantai penularan bisa diputus,” tambahnya.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam upaya pengendalian TBC. Kolaborasi lintas sektor dinilai sangat penting untuk memperluas jangkauan layanan dan meningkatkan kesadaran masyarakat.
Melalui inovasi layanan seperti X-ray portable dan pendekatan aktif ke masyarakat, Dinkesda Demak optimistis target eliminasi TBC dapat tercapai.
“Harapannya, semakin banyak kasus yang ditemukan lebih awal, semakin besar peluang kita untuk melindungi masyarakat dari TBC,” pungkasnya. (Kesmas_Promkes PM)
Jemput bola, temukan lebih cepat, ACF TBC dengan X-ray portable, langkah nyata menuju Demak bebas TBC.
#TBC
#StopTBC
#ACF
#ActiveCaseFinding
#EliminasiTBC
#KesehatanMasyarakat
#DemakSehat
#DinkesdaDemak
#IndonesiaSehat
#BerAKHLAK
#BanggaMelayaniBangsa


















