DINKESDA DEMAK OPTIMALKAN RUMAH GIZI BALITA DAN EVALUASI PKAT UNTUK PERCEPAT PENURUNAN STUNTING

Dinkesda Demak optimalkan Rumah Gizi Balita dan PKAT untuk percepat penurunan stunting.
Dinkesda Demak – Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Demak melalui Subid Kesehatan Keluarga dan Gizi (Kesga Gizi) melaksanakan kegiatan Rumah Gizi Balita Tahun 2026 sekaligus Evaluasi Pelayanan Kesehatan Anak Terpadu (PKAT) pada Rabu (8/7/2026) di Desa Mutih Wetan, wilayah kerja Puskesmas Wedung 2.
Kegiatan ini melibatkan Tim Kesga Gizi Dinkesda, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jawa Tengah, Tim Puskesmas Wedung 2, Tim PKAT, kader kesehatan Desa Mutih Wetan, serta 13 ibu balita dengan kondisi stunting dan gizi kurang.
Rumah Gizi Balita merupakan salah satu upaya intervensi berbasis keluarga dalam penanganan masalah gizi, khususnya pada balita berisiko stunting. Melalui edukasi dan sosialisasi kepada ibu, pengasuh, dan keluarga, diharapkan terjadi peningkatan pemahaman terkait pemenuhan gizi seimbang, pemantauan tumbuh kembang, serta pemanfaatan Buku KIA secara optimal.
Ketua Tim Kesga Gizi Dinkesda Kabupaten Demak na Nurul Ari Windarti, S.Si.T, M.Kes. menyampaikan bahwa pendekatan keluarga memiliki peran penting dalam keberhasilan perbaikan status gizi anak.
“Melalui Rumah Gizi Balita, kami memberikan edukasi dan pendampingan kepada keluarga agar mampu memahami kebutuhan gizi anak serta melakukan pemantauan tumbuh kembang secara rutin,” ujarnya.
Dalam kegiatan ini, balita juga mendapatkan pemeriksaan langsung dari dokter spesialis anak yang tergabung dalam IDAI Jawa Tengah guna memastikan kondisi kesehatan dan perkembangan anak terpantau secara menyeluruh.
Selain itu, dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan PKAT di Puskesmas sebagai upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan anak. PKAT merupakan layanan terpadu yang melibatkan berbagai profesi kesehatan seperti dokter, bidan, perawat, dan ahli gizi dengan sasaran bayi usia 6–7 bulan kurang 1 hari.
Tim PKAT menambahkan bahwa pelayanan yang terintegrasi sangat diperlukan untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
“Melalui PKAT, pelayanan kesehatan anak dilakukan secara komprehensif mulai dari deteksi dini hingga intervensi yang tepat sesuai kebutuhan anak,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kualitas pelayanan kesehatan anak di Puskesmas semakin meningkat serta kesadaran keluarga dalam menjaga kesehatan dan gizi balita semakin baik, guna mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia Tahun 2045.
Dinkesda Kabupaten Demak berkomitmen untuk terus memperkuat intervensi gizi dan pelayanan kesehatan anak melalui kolaborasi lintas profesi dan pemberdayaan masyarakat. (Kesmas_Promkes PM)
#DinkesdaDemak #Stunting #RumahGiziBalita #PKAT #KesgaGizi #IDAI #DemakSehat #KesehatanAnak #GenerasiEmas2045 #CegahStunting


















