Dinkesda Demak Intensifkan Kunjungan Bayi dan Balita Risiko Tinggi, Tekan AKB dan Tingkatkan Kualitas Generasi
Dinkesda_Demak , 6 April 2026 — Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak melalui Tim Kesga Gizi Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) bersama Tim Kesehatan Puskesmas Mijen 1 melaksanakan kunjungan bayi dan balita risiko tinggi di sejumlah desa, yakni Desa Tanggul, Desa Bakung, Desa Bremi, dan Desa Mijen, Senin (06/04).
Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam upaya menurunkan angka kematian bayi dan balita (AKB), sekaligus memastikan setiap anak mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal sejak dini.
Dalam pelaksanaannya, tim melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi kesehatan bayi dan balita risiko tinggi, termasuk evaluasi status gizi, tumbuh kembang, serta kepatuhan terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan di fasilitas kesehatan.
Selain itu, kunjungan ini juga menjadi sarana edukasi bagi keluarga agar lebih memahami pentingnya perawatan, pemantauan kesehatan, serta deteksi dini terhadap risiko yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak.
Perwakilan Tim Kesga Gizi Dinkesda Kabupaten Demak menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bentuk komitmen nyata dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak.
“Kunjungan bayi dan balita risiko tinggi ini menjadi upaya kami dalam memastikan setiap anak mendapatkan pemantauan dan intervensi yang tepat. Dengan deteksi dini dan pendampingan berkelanjutan, diharapkan risiko dapat ditekan dan tumbuh kembang anak tetap optimal,” ujarnya.
Sementara itu, Tim Kesehatan Puskesmas Mijen 1 menegaskan pentingnya kolaborasi antara tenaga kesehatan dan keluarga dalam menjaga kesehatan anak.
“Peran keluarga sangat penting dalam keberhasilan pemantauan bayi dan balita risiko tinggi. Melalui kunjungan ini, kami juga memberikan edukasi agar orang tua lebih sigap dalam mengenali tanda bahaya dan segera mengakses layanan kesehatan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Demak semakin meningkat, sehingga mampu mewujudkan generasi yang sehat, kuat, dan berkualitas. (Kesmas_Promkes PM)


















