Dinkesda Demak Gelar FGD Peningkatan Program Rujuk Balik (PRB) Aktif di FKTP

Dinkesda_Demak – Dalam rangka meningkatkan mutu layanan pasien kronis dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak bersama BPJS Kesehatan mengadakan Pertemuan Upaya Meningkatkan Program Rujuk Balik (PRB) Aktif di FKTP. Kegiatan berlangsung pada Rabu, 26 November 2025, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di Aula Puskesmas Guntur I.
Pertemuan ini menghadirkan berbagai pihak terkait, di antaranya Kepala BPJS Kesehatan Demak beserta tim, BPJS Kesehatan Semarang, serta perwakilan PIC PRB dari 10 puskesmas: Sayung I, Sayung II, Kebonagung, Karangawen I, Karangawen II, Mranggen I, Mranggen II, Mranggen III, Karangtengah, dan Wonosalam II. Turut hadir pula Tim Tata Kelola Fasilitas dan Mutu Pelayanan Kesehatan Bidang Yankes serta narasumber dr. Siti Anisah dari Puskesmas Guntur I.
Program Rujuk Balik (PRB) merupakan bagian penting dalam sistem JKN yang bertujuan menjaga kesinambungan pelayanan pasien dengan kondisi kronis stabil, seperti hipertensi dan diabetes. Melalui mekanisme PRB, pasien dapat memperoleh pengobatan dan pemantauan kesehatan secara rutin di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tanpa harus selalu ke rumah sakit.
Namun, di tingkat lapangan pelaksanaan PRB aktif masih menghadapi sejumlah tantangan. Beberapa kendala yang ditemukan di antaranya:
- Rendahnya partisipasi pasien PRB aktif
- Pendampingan dan edukasi yang belum optimal dari FKTP
- Koordinasi lintas sektor antara Dinas Kesehatan, FKTP, dan BPJS Kesehatan yang perlu diperkuat
Dalam upaya mengatasi permasalahan tersebut, kegiatan ini dikemas dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD). Melalui FGD, peserta berdiskusi mengenai evaluasi pelaksanaan PRB, mekanisme rujuk balik yang ideal, serta strategi untuk meningkatkan kualitas dan jumlah peserta PRB aktif di Kabupaten Demak.
Narasumber dr. Siti Anisah memberikan paparan terkait pengalaman implementasi PRB di Puskesmas Guntur I serta langkah-langkah teknis yang dapat diadopsi oleh FKTP lain. Para PIC PRB dari masing-masing puskesmas juga menyampaikan kondisi lapangan, kendala administrasi, serta kebutuhan penguatan koordinasi.
FGD ini menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, termasuk peningkatan advokasi pasien, optimalisasi counselling PRB, penguatan peran tenaga kesehatan dalam monitoring kepatuhan pasien, serta sinkronisasi data dan tindak lanjut antara BPJS Kesehatan dan FKTP.
Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak menegaskan komitmennya untuk terus mengawal implementasi PRB guna memastikan kualitas layanan JKN tetap optimal. Kolaborasi yang kuat antara FKTP, BPJS Kesehatan, dan pemerintah daerah menjadi kunci keberhasilan program ini.
Kegiatan ditutup dengan penyusunan tindak lanjut dan rencana peningkatan pelaksanaan PRB untuk periode berikutnya, sebagai komitmen bersama meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Demak secara berkelanjutan. (Kesmas_Promkes PM)


















