Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak dan BRIN Lakukan Riset Ecoburner Portabel untuk Pengendalian Zoonosis di Desa Tridonorejo

Dinkesda_Demak , 6–7 Oktober 2025 — Dalam upaya memperkuat pengendalian penyakit zoonosis dan meningkatkan keamanan penanganan limbah biologis hasil survei lapangan, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak melalui Subid P2PM & PL Penyakit Tular Vektor dan Zoonosis bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggelar kegiatan Riset Ecoburner Portabel untuk Pemusnahan Limbah Biologis di Desa Tridonorejo, Kecamatan Bonang.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Senin–Selasa (6–7 Oktober 2025), melibatkan Tim BRIN dari Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi, Tim Puskesmas Bonang 1, serta dukungan aktif dari warga Desa Tridonorejo.
Kegiatan riset ini difokuskan pada penangkapan tikus di area permukiman dan lingkungan silvatik (hutan atau kebun) sebagai bagian dari survei zoonosis untuk mendeteksi potensi penyakit Leptospirosis, yang ditularkan melalui air atau tanah yang terkontaminasi urine hewan pengerat.
Dalam kegiatan ini, tikus yang tertangkap diamati dan diambil organ dalamnya sebagai bahan penelitian lanjutan guna mengidentifikasi keberadaan bakteri Leptospira dan faktor risiko penularannya di masyarakat.

“Penelitian ini sangat penting untuk mengetahui pola penyebaran penyakit zoonosis di wilayah Demak, khususnya Leptospirosis yang masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat di daerah endemis,” ungkap salah satu peneliti BRIN yang hadir di lokasi.
Salah satu fokus utama dalam riset ini adalah uji coba penggunaan Ecoburner Portabel, yakni alat pembakar limbah biologis berteknologi ramah lingkungan yang dirancang untuk memusnahkan sisa jaringan atau organ hewan hasil penelitian secara aman, cepat, dan efisien.
Alat ini diharapkan dapat menjadi solusi alternatif di lapangan bagi petugas surveilans dan laboratorium daerah dalam menangani limbah biologis tanpa mencemari lingkungan.
“Dengan Ecoburner Portabel, proses pemusnahan limbah biologis bisa dilakukan langsung di lokasi penelitian, tanpa menimbulkan risiko penyebaran penyakit atau pencemaran lingkungan,” jelas Cholid Efendi, SKM dari Tim P2PM & PL Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak.
Kerja sama antara Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak dan BRIN ini menjadi langkah nyata dalam menggabungkan pendekatan riset, teknologi, dan pengendalian lapangan untuk memperkuat sistem kewaspadaan zoonosis.
Melalui kegiatan ini, diharapkan hasil riset dapat memberikan rekomendasi kebijakan teknis dan inovasi alat yang dapat digunakan oleh daerah lain dalam penanganan limbah biologis dan pencegahan penyakit tular hewan ke manusia. (Kesmas_Promkes PM)























