ACF TBC TERINTEGRASI CKG DI PUSKESMAS KEBONAGUNG PERKUAT DETEKSI DINI DAN PENCEGAHAN PENULARAN

Dinkesda Demak memperkuat penemuan dan pencegahan TBC melalui ACF terintegrasi CKG di Puskesmas Kebonagung. Sebanyak 100 orang dari kontak dan kelompok berisiko menjalani skrining serta pemeriksaan X-Ray, enam terduga TBC ditindaklanjuti dengan pemeriksaan, dan 30 orang memulai TPT sesuai kriteria. Deteksi lebih dini, tindak lanjut lebih cepat, bersama cegah penularan TBC.
Dinkesda_Demak melalui Program TBC, Tim Kerja P2PM dan PL, Bidang P2P melaksanakan kegiatan tracing tuberkulosis (TBC) terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan metode Active Case Finding (ACF) menggunakan X-Ray Portable Swakelola Tipe 2 Kementerian Kesehatan di Puskesmas Kebonagung, Senin, 12 Oktober 2026, pukul 08.00–12.30 WIB. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penemuan kasus TBC secara aktif sekaligus memperkuat pencegahan penularan di masyarakat.
Kegiatan melibatkan Tim TBC Dinkesda, Kepala Puskesmas dan tim Puskesmas Kebonagung, dokter spesialis radiologi RSUD Sunan Kalijaga, dua radiografer dari RSUD Sunan Kalijaga dan RSUD Sultan Fatah, serta kader MSI TBC Demak. Kolaborasi lintas tenaga kesehatan dan kader mendukung pelaksanaan penelusuran kasus indeks, skrining kontak, serta pemeriksaan kelompok berisiko.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 21 kasus indeks TBC dilakukan tracing. Dari penelusuran tersebut, berhasil diidentifikasi dan diskrining 68 kontak serumah dan kontak erat. Selain itu, sebanyak 32 orang dari populasi atau kelompok berisiko turut menjalani skrining. Seluruh sasaran tersebut, terdiri atas 68 kontak dan 32 orang kelompok berisiko, juga menjalani pemeriksaan menggunakan X-Ray Portable.
Hasil skrining menemukan tiga terduga TBC dari kelompok kontak serumah dan kontak erat serta tiga terduga TBC dari kelompok berisiko. Dengan demikian, terdapat enam orang terduga yang dilanjutkan ke pemeriksaan TBC. Sementara itu, hasil pemeriksaan X-Ray pada tiga orang menunjukkan gambaran yang mengarah ke TBC sehingga memerlukan tindak lanjut sesuai prosedur. Hasil X-Ray tersebut bukan merupakan penetapan diagnosis akhir dan perlu dikonfirmasi melalui pemeriksaan lanjutan.
Tim Pelaksana Program TBC Dinkesda Demak menyampaikan bahwa penelusuran kontak dan skrining kelompok berisiko merupakan langkah penting dalam mempercepat penemuan kasus. “Melalui pendekatan Active Case Finding yang terintegrasi dengan CKG dan didukung X-Ray Portable, skrining dapat menjangkau kontak serta kelompok berisiko secara lebih terarah. Sasaran yang terindikasi perlu segera memperoleh pemeriksaan lanjutan sesuai prosedur,” ungkap perwakilan tim pelaksana.
Selain upaya penemuan kasus, kegiatan ini juga mendukung pencegahan melalui Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT). Sebanyak 30 orang dari kelompok kontak serumah, kontak erat, dan populasi berisiko tercatat telah memulai TPT sesuai hasil penilaian dan ketentuan pelayanan. Upaya pencegahan ini menjadi bagian penting untuk mengurangi risiko berkembangnya penyakit TBC pada kelompok yang memenuhi kriteria.
Perwakilan Tim Kerja P2PM dan PL Bidang P2P menegaskan bahwa penanggulangan TBC membutuhkan kesinambungan antara penemuan kasus, pemeriksaan lanjutan, pengobatan, dan pencegahan. “Dukungan Puskesmas, tenaga radiologi, radiografer, serta kader sangat penting untuk memastikan kontak dan kelompok berisiko mendapatkan skrining dan tindak lanjut yang dibutuhkan. Kolaborasi ini diharapkan membantu memutus rantai penularan TBC di masyarakat,” ujarnya.
Melalui kegiatan ACF TBC terintegrasi CKG di Puskesmas Kebonagung, Dinkesda Demak terus memperkuat deteksi dini, tindak lanjut terhadap terduga, serta pencegahan TBC melalui TPT sesuai kriteria. Sinergi lintas program dan partisipasi masyarakat diharapkan semakin memperkuat upaya penanggulangan TBC di Kabupaten Demak.
(Kesmas_PromkesPM)
#DinkesdaDemak #TBC #ACFTBC #ActiveCaseFinding #CKG #TracingTBC #XRayPortable #TPT #P2P #P2PMdanPL #PuskesmasKebonagung #MSITBC #DeteksiDini #CegahTBC #DemakSehat

























