ACF TBC TERINTEGRASI CKG DI PUSKESMAS GAJAH II PERKUAT DETEKSI DINI DAN PENCEGAHAN PENULARAN

Skrining lebih dini, tindak lanjut lebih cepat. Bersama puskesmas, tenaga kesehatan, dan kader, Dinkesda Demak terus memperkuat upaya menemukan TBC dan mencegah penularannya di masyarakat.
Dinkesda_Demak terus memperkuat upaya penemuan kasus tuberkulosis (TBC) secara aktif melalui kegiatan Active Case Finding (ACF) TBC terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan pemeriksaan X-ray portable swakelola Tipe 2 Kementerian Kesehatan. Kegiatan dilaksanakan pada Sabtu, 10 Oktober 2026, pukul 08.00–11.30 WIB di Puskesmas Gajah II, dengan melibatkan Tim TBC Dinkesda, Kepala Puskesmas beserta tim Puskesmas Gajah II, dokter spesialis radiologi RSUD Sunan Kalijaga, dua radiografer dari RSUD Sunan Kalijaga, serta kader MSI TBC Demak.
Kegiatan ini menyasar kasus indeks TBC, kontak serumah, kontak erat, serta kelompok berisiko untuk memperkuat deteksi dini dan memastikan sasaran yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan dapat segera ditindaklanjuti. Pemeriksaan menggunakan X-ray portable mendukung pelaksanaan skrining di lapangan sebagai bagian dari strategi penemuan kasus secara aktif.
Berdasarkan hasil kegiatan, sebanyak 18 kasus indeks TBC dilakukan penelusuran. Tim berhasil mengidentifikasi dan melakukan skrining terhadap 45 kontak serumah dan kontak erat, serta 55 orang dari populasi atau kelompok berisiko. Seluruh 100 orang tersebut menjalani pemeriksaan menggunakan X-ray portable. Hasil skrining menemukan empat terduga TBC dari kelompok kontak serumah dan kontak erat serta 15 terduga dari kelompok berisiko. Sebanyak 19 orang dilanjutkan ke pemeriksaan TBC, sementara 19 orang mulai menjalani Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT). Hasil X-ray pada empat orang menunjukkan gambaran yang mengarah ke TBC sehingga memerlukan tindak lanjut sesuai prosedur.
Tim pelaksana Program TBC yang diwakili Katim PM dan PL Tri Handayani, SKM, M.M. Dinkesda Demak menyampaikan, “ACF terintegrasi CKG membantu memperluas jangkauan skrining, terutama bagi kontak erat dan kelompok berisiko. Hasil skrining menjadi dasar untuk menentukan siapa saja yang memerlukan pemeriksaan lanjutan agar penanganan dapat dilakukan secara tepat.”
Putri Nurul Agustianti, S.KM menambahkan, “Penanggulangan TBC membutuhkan kerja sama antara Dinkesda, puskesmas, tenaga radiologi, dan kader. Selain menemukan terduga secara dini, pencegahan melalui TPT bagi sasaran yang memenuhi kriteria juga penting untuk menekan risiko berkembangnya penyakit.”
Melalui kegiatan ACF TBC terintegrasi CKG di Puskesmas Gajah II, Dinkesda Demak terus memperkuat penemuan aktif, pemeriksaan lanjutan, serta pencegahan penularan TBC di masyarakat. Hasil skrining yang mengarah ke TBC bukan merupakan diagnosis akhir dan perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan sesuai standar pelayanan. (Kesmas_PromkesPM)
#DinkesdaDemak #TBC #ACFTBC #CKG #XRayPortable #DeteksiDiniTBC #TPT #PencegahanTBC #P2P #DemakSehat #PromkesPM

























