DINKESDA DEMAK PERKUAT KOMPETENSI TIM PONED MELALUI OJT KEGAWATDARURATAN IBU DAN ANAK

Kesiapan menghadapi kegawatdaruratan ibu dan anak membutuhkan keterampilan, ketepatan tindakan, dan koordinasi yang kuat. Melalui OJT, Dinkesda Demak terus memperkuat kompetensi tim Puskesmas dan sinergi dengan rumah sakit untuk mendukung pelayanan maternal dan neonatal yang aman dan berkualitas.
Dinkesda_Demak melalui Tim Kesga Gizi kembali melaksanakan kegiatan On the Job Training (OJT) Kasus Kegawatdaruratan Ibu dan Anak bagi Tim Puskesmas Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) dan Puskesmas Mampu Persalinan, Kamis (8/10/2026), pukul 08.00–12.00 WIB di Ballroom Wakil Bupati Lantai 2. Kegiatan ini diikuti Plt. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Tim Kesga Gizi, fasilitator dokter spesialis obstetri dan ginekologi (DSOG) serta dokter spesialis anak (DSA) dari RSUD Sunan Kalijaga, RSUD Sultan Fatah, RS Pelita Anugerah, dan RSI NU, serta 21 tim Puskesmas PONED dan Mampu Persalinan yang terdiri atas dokter, perawat, dan bidan.
OJT ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dalam menghadapi kegawatdaruratan maternal dan neonatal. Fokus kegiatan meliputi kemampuan mengenali tanda bahaya, melakukan asesmen awal, menentukan prioritas penanganan, serta memantapkan keterampilan tata laksana kasus ibu dan bayi baru lahir sesuai kompetensi dan standar pelayanan.
“Peningkatan keterampilan tenaga kesehatan di Puskesmas sangat penting agar tanda bahaya kegawatdaruratan ibu dan anak dapat dikenali sejak awal dan ditangani dengan cepat serta tepat. Kesiapan tim menjadi salah satu faktor penting dalam memberikan pelayanan yang aman,” ujar Tim Kesga Gizi Dinkesda Demak.
Selain penguatan keterampilan klinis, kegiatan ini menekankan pentingnya stabilisasi pasien sebelum rujukan, pengisian partograf secara tepat, serta komunikasi dan serah terima pasien yang efektif antara fasilitas kesehatan tingkat pertama dan rumah sakit rujukan. Koordinasi yang baik diperlukan agar informasi klinis tersampaikan dengan jelas dan penanganan pasien dapat berlanjut tanpa hambatan yang tidak perlu.
“Penanganan kegawatdaruratan tidak berhenti pada tindakan awal. Stabilisasi pra-rujukan, dokumentasi yang lengkap, dan komunikasi yang terkoordinasi dengan rumah sakit menjadi bagian penting untuk menjaga kesinambungan pelayanan bagi ibu dan bayi,” ungkap Tim Kesga Gizi Dinkesda Demak.
Pelibatan fasilitator dari sejumlah rumah sakit di Kabupaten Demak diharapkan memperkuat hubungan kerja antara Puskesmas dan fasilitas rujukan. Kolaborasi ini juga menjadi sarana menyamakan pemahaman mengenai penanganan kasus maternal dan neonatal, alur rujukan, serta pembagian peran tenaga kesehatan dalam situasi kegawatdaruratan. Penguatan kompetensi tim Puskesmas dan jejaring rujukan merupakan bagian penting dalam upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan ibu dan anak.
Melalui pelaksanaan OJT ini, Dinkesda Demak terus mendorong kesiapan tenaga kesehatan Puskesmas PONED dan Mampu Persalinan dalam memberikan penanganan awal yang tepat, melakukan stabilisasi pra-rujukan, serta memperkuat koordinasi dengan rumah sakit demi pelayanan kesehatan ibu dan anak yang lebih aman, berkualitas, dan berkesinambungan. (Kesmas_PromkesPM)
#DinkesdaDemak #KesgaGizi #OJT #PONED #KegawatdaruratanIbuDanAnak #KIA #KesehatanIbuDanAnak #Puskesmas #SistemRujukan #KeselamatanPasien #PromkesPM

























